HUT ke-26 Kota Bontang, Wali Kota Ajak Refleksi dan Perkuat Komitmen Pembangunan
Wawali Kota Bontang Neni menyoroti tantangan yang dihadapi Kota Bontang ke depan, terutama terkait penurunan Dana Transfer Pemerintah Pusat yang cukup drastis.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang, Rabu (15/10/2025) pagi. Upacara berlangsung di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.
Kota Bontang dengan slogan 'Kota Taman', akronim dari Tertib, Agamis, Aman, dan Nyaman, resmi menjadi Kota Administratif pada 1989 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1989. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 12 Oktober 1999, Bontang ditetapkan menjadi kota otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Bontang.
Peringatan HUT kali ini mengusung tema "Bersatu, Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera." Tema tersebut menjadi simbol semangat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, BUMD, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama membangun daerah.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memimpin langsung upacara sebagai inspektur. Dalam amanatnya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang berperan aktif dalam pembangunan kota.
"Hari ini menjadi titik refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dan tekad bagi seluruh elemen warga di Kota Bontang," ujar Neni.
Ia menegaskan, usia Kota Bontang yang telah melampaui dua dekade menjadi momentum untuk memperkuat tekad mencapai kesejahteraan bersama.
"Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, dengan menghadapi dinamika pembangunan yang sangat kompleks," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Neni menyoroti tantangan yang dihadapi Kota Bontang ke depan, terutama terkait penurunan Dana Transfer Pemerintah Pusat yang cukup drastis. Ia menyebutkan bahwa APBD Kota Bontang tahun 2026 diperkirakan hanya sekitar Rp1,9 triliun.
"Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat Pemerintah Kota Bontang untuk terus melakukan pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia," tegasnya.
Menutup amanatnya, Neni menyampaikan harapan agar momentum HUT ke-26 menjadi titik balik dalam memperkuat semangat kebersamaan dan pembangunan daerah.
"Dirgahayu Kota Bontang ke-26 tahun, Bersatu, Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera," pungkasnya.