Pemerintah Kota Bontang melalui BKPSDM menyelenggarakan Pelatihan Deteksi dan Mediasi Perselisihan Rumah Tangga bagi aparatur sipil negara (ASN), Senin (17/11), di Ruang Pirus Hotel Equator. Program ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Dalam arahannya, Wali Kota Neni menekankan bahwa ketahanan keluarga memegang peran penting dalam menjaga kualitas kinerja ASN.
"Sebagai Aparatur Sipil Negara, kita tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga diharapkan mampu menjaga harmoni, ketenangan batin, dan keseimbangan di dalam keluarga," ujarnya.
Ia menilai keluarga yang kuat akan mendukung ASN dalam memberikan pelayanan publik secara optimal.
"Sebab di balik sosok ASN yang tangguh di kantor, terdapat pribadi yang utuh dan kuat di rumah," sambungnya.
Neni juga berharap peserta mampu membawa nilai-nilai harmoni tersebut ke lingkungan masing-masing, tidak hanya menjadi penengah ketika konflik terjadi.
"Bukan hanya sekadar penengah ketika terjadi perselisihan, tetapi juga teladan dalam membangun keluarga yang saling menghargai, mendukung, dan menguatkan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, menegaskan pentingnya pemahaman ASN terhadap dinamika keluarga agar mampu mencegah konflik sejak dini.
Advertisement
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Tim TAT BNN Provinsi Kaltim, Ayunda Ramadhani, yang memaparkan materi mengenai deteksi dini potensi perselisihan, teknik menjaga keharmonisan, serta strategi mediasi dalam menyelesaikan konflik keluarga.
Perwakilan dari seluruh OPD Kota Bontang ikut serta dalam kegiatan ini. Pelatihan diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga ASN dan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah.