Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq Turun Langsung Inspeksi Adipura di Bontang
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi mendadak ke Bontang untuk memastikan objektivitas penilaian Adipura, sebuah langkah penting dalam tata kelola lingkungan berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik di Kota Bontang pada Sabtu (7/2) lalu. Langkah ini diambil untuk memastikan objektivitas penilaian Adipura, sebuah penghargaan bergengsi bagi daerah yang berhasil dalam kebersihan dan pengelolaan lingkungan, terutama sampah.
Inspeksi ini dikonfirmasi dari Jakarta pada Minggu (8/2), mengingat Kota Bontang memiliki nilai penilaian Adipura yang relatif tinggi. Menteri Hanif ingin melihat langsung kondisi di lapangan untuk memastikan kelayakan nilai tersebut atau mengidentifikasi area yang memerlukan koreksi.
Tujuan utama dari peninjauan ini adalah untuk memastikan bahwa penilaian Adipura benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, tanpa intervensi atau penggiringan opini dari pihak manapun. Ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjaga independensi dan kredibilitas proses penilaian.
Memastikan Objektivitas Penilaian Adipura
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), menekankan pentingnya objektivitas dalam penilaian Adipura. Ia secara sengaja tidak didampingi oleh pemerintah daerah setempat selama inspeksi di Bontang.
Keputusan ini diambil untuk menjamin independensi hasil pemantauan, sehingga kondisi lingkungan yang sebenarnya dapat terekam dengan akurat. Adipura sendiri adalah instrumen krusial untuk mengevaluasi kemampuan kabupaten/kota dalam mengelola sampah secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek kebersihan visual.
Penilaian objektif ini diharapkan dapat mendorong daerah untuk terus meningkatkan upaya perbaikan lingkungan secara berkesinambungan. Fokus Adipura mencakup sistem pengelolaan, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan program lingkungan.
Pemantauan Komprehensif dan Temuan di Lapangan
Selama inspeksi Adipura di Bontang, Menteri Hanif meninjau berbagai lokasi vital. Ia mengunjungi RSUD Taman Husada Bontang, Pasar Taman Citra Loktuan, kawasan permukiman warga, Kampung Nelayan Selambai, Pasar Taman Rawa Indah, hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontang Lestari.
Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara menyeluruh rantai pengelolaan sampah, mulai dari sumber timbulan hingga proses pengolahan akhir. Kota Bontang sendiri menghasilkan timbulan sampah sekitar 107 ton per hari, sebuah volume yang menuntut pengelolaan konsisten.
Dari hasil pantauan, Menteri Hanif mengapresiasi pengelolaan sampah di jalan protokol, rumah sakit, dan pasar. Namun, ia juga menyoroti perlunya penguatan edukasi dan partisipasi masyarakat, khususnya di kawasan permukiman dan pesisir, untuk mencapai pengelolaan lingkungan yang lebih optimal.
Adipura sebagai Instrumen Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan
Menteri Hanif menegaskan bahwa Adipura merupakan alat penting untuk menilai tata kelola sampah secara menyeluruh di setiap kabupaten/kota. Ini mencakup tidak hanya kebersihan visual, tetapi juga sistem pengelolaan, partisipasi aktif masyarakat, dan keberlanjutan program lingkungan.
Hasil akhir penilaian Adipura akan disampaikan secara resmi melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dalam bentuk tertulis. Penilaian ini akan didasarkan pada data objektif, verifikasi lapangan, dan kesesuaian dengan indikator nasional yang telah ditetapkan.
Kementerian Lingkungan Hidup berharap pelaksanaan Adipura dapat menjadi momentum untuk memperkuat upaya perbaikan lingkungan secara berkesinambungan. Hal ini terutama melalui peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Sumber: AntaraNews