Kementerian Lingkungan Hidup bersama Polda Metro Jaya dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menggelar kegiatan bersih-bersih di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang menyoroti persoalan pengelolaan sampah di wilayah Jakarta.
Menurut Hanif, seluruh wilayah administratif di ibu kota masih masuk dalam kategori kota dengan kondisi kebersihan yang rendah.
"Kotor untuk keenam wilayah administrasinya, baik itu di Jakarta Pusat sampai di Jakarta Kepulauan, semuanya masuk dalam kategori kota kotor," kata dia kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Advertisement
Hanif menyatakan pemerintah pusat akan terus memantau upaya penanganan sampah di Jakarta. Ia menekankan pentingnya langkah awal berupa pemilahan sampah sebelum proses pengolahan dilakukan.
Ia juga mengatakan pihaknya akan mendorong para wali kota di wilayah Jakarta untuk mempercepat implementasi pemilahan sampah di tingkat masyarakat.
"Sehebat apapun teknologi yang digunakan secanggih apapun metodologi yang didebatkan maka sejatinya penanganan sampah hanya bisa dimulai setelah dilakukan pemilahan," tegas dia.
Menurutnya, proses pemilahan menjadi dasar dalam sistem pengelolaan sampah agar penanganan di tahap selanjutnya dapat berjalan lebih efektif.
Advertisement
Hanif menjelaskan bahwa tanpa pemilahan sampah, biaya pengolahan yang harus dikeluarkan akan semakin besar.
Ia mencontohkan penggunaan teknologi pembangkit listrik tenaga sampah yang membutuhkan biaya cukup tinggi.
Menurutnya, biaya pengolahan satu ton sampah melalui metode tersebut dapat mencapai sekitar Rp1 juta.
Dana sebesar itu, kata dia, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penanganan sampah dari sumbernya, baik di kawasan permukiman maupun lingkungan rumah tangga.
"Tanpa pilah maka semua sumber daya kita akan habis di hilir dan kemudian pada saat hilir tidak tersedia maka timbul bencana yang luar biasa yang baru baru ini menjadikan bukti keteledoran bersama," jelasnya.