Gubernur Sulteng Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyerukan ajakan kepada generasi muda untuk bersama-sama Perangi Narkoba, membangun karakter, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dan Sulawesi Tengah Emas 2045.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyerukan ajakan kepada generasi muda di wilayahnya untuk bersatu padu Perangi Narkoba. Seruan ini disampaikan dalam acara buka puasa bersama di Palu, Jumat. Kegiatan tersebut dirangkai dengan sosialisasi bahaya narkoba yang dihadiri ribuan siswa SMA dan SMK se-Kota Palu.
Anwar Hafid menekankan bahwa generasi muda sering menjadi target utama peredaran narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya menyatakan perang terhadap ancaman serius ini. Pesan ini ditujukan langsung kepada para pelajar sebagai calon pemimpin masa depan.
Acara bertajuk "Sulteng Nambaso Bersama Masyarakat" ini menjadi wadah untuk mengedukasi bahaya narkotika. Gubernur berharap para siswa dapat menjadi pionir dalam upaya mewujudkan Sulawesi Tengah yang bersih dari narkoba dan berkarakter.
Membangun Karakter Generasi Muda Calon Pemimpin Bangsa
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa generasi muda saat ini adalah penentu visi Indonesia Emas 2045 dan Sulawesi Tengah Emas 2045. Untuk mencapai visi tersebut, generasi muda harus memiliki tiga karakter utama yang kuat. Karakter ini akan menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan global.
Tiga karakter tersebut meliputi karakter moral, karakter intelektual, dan karakter kinerja. Karakter moral dibangun melalui kedekatan dengan nilai-nilai agama, membentuk pribadi yang berintegritas. Pembinaan moral dan spiritual sangat penting untuk membentuk perilaku positif.
Selanjutnya, karakter intelektual dicapai dengan terus menuntut ilmu dan memperluas wawasan pengetahuan. Sementara itu, karakter kinerja adalah kemampuan untuk bekerja keras, berinovasi, dan berkarya secara optimal. Ketiga pilar ini diharapkan dapat membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk bahaya narkoba.
Anwar Hafid juga mengajak para pelajar untuk mendukung program Gerakan Siswa Cinta Masjid yang telah dicanangkan. Program ini diharapkan dapat membiasakan diri mencintai rumah ibadah sebagai bagian dari pembentukan karakter. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang positif dan religius.
Narkoba Ancaman Serius dan Peran Masyarakat dalam Perangi Narkoba
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah, Ferdinand Maksi Pasule, turut menyampaikan sosialisasi bahaya narkoba. Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda. Dampaknya sangat fatal terhadap kualitas sumber daya manusia.
Ferdinand Maksi Pasule menjelaskan bahwa peredaran narkoba tidak akan berhenti jika masih ada permintaan atau konsumsi. Oleh karena itu, peran aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan. Pencegahan adalah kunci utama dalam Perangi Narkoba.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua dan lingkungan pendidikan, untuk menjadi garda terdepan. Keluarga dan sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentengi generasi muda dari bahaya narkotika. Edukasi dini dan pengawasan ketat sangat diperlukan.
Sulawesi Tengah pernah dicap sebagai daerah dengan peredaran narkoba terbesar ketiga di Indonesia. Fakta ini menjadi keprihatinan bersama dan memicu semangat untuk Perangi Narkoba. Gubernur berharap generasi muda menjadi pionir dalam melawan penyalahgunaan zat terlarang ini.
Sinergi Mewujudkan Sulawesi Tengah Bersih Narkoba
Gubernur Anwar Hafid berharap kegiatan buka puasa bersama ini dapat memperkuat sinergi berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat krusial. Kolaborasi ini bertujuan membangun generasi muda yang berkarakter dan berilmu.
Tujuan utama dari sinergi ini adalah mewujudkan Sulawesi Tengah yang bebas dari narkoba. Dengan demikian, visi Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera dapat tercapai. Generasi muda yang bersih dari narkoba adalah investasi masa depan daerah.
Upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba memerlukan komitmen bersama dari semua lapisan masyarakat. Lingkungan yang mendukung dan edukasi berkelanjutan akan menjadi benteng kuat. Hal ini akan memastikan generasi penerus bangsa tumbuh sehat dan produktif.
Sumber: AntaraNews