Pemkot Palembang Gencarkan Sosialisasi Cegah Narkoba di Sekolah, Siapkan Pembentukan BNNK
Pemerintah Kota Palembang bersama BNN dan kepolisian masifkan sosialisasi cegah narkoba di sekolah-sekolah untuk melindungi remaja. Upaya ini juga memproyeksikan pembentukan BNNK Palembang guna memperkuat penanganan narkoba di daerah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, secara aktif menjalankan program sosialisasi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, khususnya para siswa. Program ini merupakan langkah strategis Pemkot Palembang dalam menjaga generasi muda dari ancaman bahaya narkotika yang semakin kompleks. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan pentingnya inisiatif ini untuk masa depan kota.
Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan siswa mengenai dampak buruk narkoba dan cara efektif untuk menghindarinya. Edukasi yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengenalan jenis-jenis narkoba hingga strategi menolak tawaran penggunaan. Tujuannya adalah membekali siswa dengan informasi yang komprehensif.
Kolaborasi erat terjalin antara Pemkot Palembang dengan berbagai pihak terkait, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian. Kerja sama ini memastikan materi sosialisasi yang disampaikan relevan dan efektif. Siswa juga diajarkan pentingnya memiliki tujuan hidup yang positif dan kemampuan membuat keputusan yang sehat demi masa depan mereka.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Edukasi Cegah Narkoba
Dalam menjalankan program sosialisasi ini, Pemkot Palembang tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng institusi vital seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian. Sinergi ini memungkinkan penyampaian edukasi yang lebih mendalam dan terpercaya kepada para pelajar. Materi yang diberikan mencakup efek negatif narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang menyertainya.
Program ini secara khusus dirancang untuk membekali siswa dengan pengetahuan praktis tentang cara menolak tawaran narkoba dari lingkungan sekitar. Selain itu, penekanan juga diberikan pada pembentukan karakter dan pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat mengembangkan daya tangkal internal terhadap godaan narkoba.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya narkoba, mengurangi risiko penyalahgunaan di kalangan remaja, serta meningkatkan kemampuan siswa menghadapi situasi darurat terkait narkoba. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Palembang dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas narkoba.
Pembentukan BNNK Palembang sebagai Garda Terdepan
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, Hissar Siallagan, menyambut baik upaya Pemkot Palembang dalam menangani peredaran gelap kasus narkoba. Pihaknya melihat inisiatif ini sebagai langkah proaktif yang sangat dibutuhkan. BNNP Sumsel menegaskan dukungan penuh terhadap program-program pencegahan yang digagas oleh pemerintah daerah.
Saat ini, BNNP Sumsel bersama Pemkot Palembang sedang memproyeksikan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Palembang. Kehadiran BNNK ini diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi narkoba di tingkat kota. BNNK akan memiliki kewenangan operasional di wilayah kabupaten/kota dan bertanggung jawab kepada Kepala BNNP.
Menurut Hissar Siallagan, salah satu aspek terpenting dalam penanganan narkoba adalah masyarakat harus memiliki daya imun atau penolakan yang kuat apabila ada pihak yang memengaruhi untuk menggunakan narkoba. Pembentukan BNNK diharapkan dapat memacu hal tersebut dengan melayani masyarakat Palembang khususnya, dan masyarakat Sumatera Selatan umumnya, dalam upaya P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
Sumber: AntaraNews