Gubernur Pramono Tambah Tugas dan Peran Pasukan Putih Perkuat Layanan Penanganan Stroke
Penambahan tugas ke pasukan putih ini terkait dengan penanganan stroke pada periode emas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya akan menambahkan tugas dan peran pasukan putih.
Tugas dan peran tambahan itu adalah memperkuat layanan penanganan stroke, terutama dalam rentang waktu emas yakni 4,5 jam.
“Golden period yang 4 setengah jam itu adalah waktu yang di Jakarta tidak mudah. Karena seperti yang disampaikan Prof Dante, problem Jakarta memang paling utama macet dan banjir,” ujar Pramono dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/12).
Pramono menyebut, penanganan cepat sangat penting mengingat stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, kondisi Jakarta yang menghadapi tantangan kemacetan dan banjir membuat waktu emas penanganan stroke sering terhambat.
Fasilitas Tambahan Pasukan Putih
Pasukan putih yang berjumlah 584 personel kini diberi mandat tambahan untuk membantu mendeteksi, merespons, dan menangani kasus stroke di tingkat komunitas.
Adapun sebelumnya, pasukan putih ini difokuskan pada layanan bagi lansia dan difabel.
“Pasukan putih ini memang secara khusus memberikan pelayanan kepada lansia dan difabel. Maka untuk itu Ibu Kepala Dinas, kita tambahkan pasukan putih kita tugaskan secara khusus untuk berkaitan dengan stroke ini,” kata Pramono.
Ia menjelaskan bahwa penguatan kapasitas pasukan putih menjadi langkah strategis Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan masyarakat memperoleh respons cepat ketika mengalami gejala stroke.
Dia menilai peningkatan kesiapsiagaan akan membantu Jakarta menjadi contoh nasional dalam layanan darurat stroke.
“Kami juga memberikan fasilitas tambahan kepada dinas kesehatan untuk pasukan putih dilengkapi dengan ambulans-ambulans dan kami mulai sekarang punya ambulans listrik,” ucap dia.