Gubernur Maluku Utara Targetkan Tak Ada Sekolah Tertinggal, Dorong Transformasi Pendidikan Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara berkomitmen penuh untuk memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal, mendukung percepatan dan Transformasi Pendidikan Maluku Utara melalui peningkatan SDM serta infrastruktur.
Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, menegaskan komitmennya untuk memajukan sektor pendidikan di wilayahnya. Ia menargetkan tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Komitmen ini disampaikan di Ternate pada Minggu (14/12), saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pernyataan tersebut muncul dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, ke SMK I N Ternate. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung program revitalisasi satuan pendidikan. Fokus utamanya adalah pemenuhan sarana dan prasarana yang berkualitas bagi seluruh sekolah di Maluku Utara.
Gubernur Tjoanda berjanji akan terus mendukung penuh transformasi pendidikan melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan infrastruktur memadai. Langkah ini diharapkan dapat memastikan percepatan pembangunan dan pendampingan sekolah yang efektif. Selain itu, penyelarasan data juga menjadi prioritas untuk mencapai pemerataan kualitas.
Komitmen Penuh Gubernur Malut untuk Pemerataan Pendidikan
Gubernur Sherly Tjoanda secara tegas menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan memastikan percepatan pembangunan sekolah. Pendampingan intensif bagi setiap satuan pendidikan juga akan dilakukan secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari visi besar untuk mewujudkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Maluku Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Tjoanda juga menekankan pentingnya penyelarasan data pendidikan. Hal ini krusial untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik setiap sekolah dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Komitmen ini sejalan dengan upaya nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Selain itu, Gubernur Malut berkomitmen untuk menjaga hubungan erat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Jalinan komunikasi yang baik ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap setiap kebutuhan sekolah. Dukungan pusat sangat vital dalam mewujudkan cita-cita transformasi pendidikan di daerah.
Revitalisasi Infrastruktur dan Digitalisasi Pembelajaran
Kunjungan Mendikdasmen Abdul Mu'ti ke Maluku Utara berfokus pada peninjauan program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan. Bersama Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, ia meninjau langsung kondisi SMK I N Ternate. Peninjauan ini mencakup renovasi ruang kelas dan fasilitas sanitasi yang vital.
Beberapa sarana dan prasarana yang ditinjau meliputi 15 unit MCK (toilet) dan sepuluh ruangan kelas yang tersebar di lantai satu serta lantai tiga. Selain itu, perbaikan plafon, pengecatan, instalasi listrik, partisi atap, serta penyediaan meja dan kursi baru juga menjadi perhatian utama. Peningkatan fasilitas ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi kemajuan program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran di Maluku Utara. Ia menyatakan bahwa program-program ini telah berjalan dengan baik. Seluruh inisiatif yang dilaksanakan benar-benar bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan visi nasional pendidikan bermutu untuk semua.
Kunjungan kerja Menteri Mu'ti ini merupakan tindak lanjut dari acara silaturahmi dengan pendidik SMA/SMK/SLB se-Maluku Utara. Acara tersebut diadakan secara hybrid dan berpusat di SMAN 4 Ternate sejak Sabtu (13/12/2025). Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyerap aspirasi dan mengevaluasi implementasi kebijakan pendidikan di daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pusat dan daerah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan nasional.
Sumber: AntaraNews