Gubernur Kalteng Perluas Program Kuliah Gratis, Gandeng 36 Kampus untuk Ribuan Mahasiswa
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperluas Program Kuliah Gratis dengan menggandeng 36 kampus, menargetkan 15 ribu mahasiswa pada 2026, memastikan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakatnya. Melalui inisiatif terbaru, Pemprov Kalteng menggandeng 36 kampus di wilayah tersebut. Kerja sama ini bertujuan memfasilitasi ribuan, bahkan lebih, putra-putri daerah untuk dapat berkuliah melalui bantuan program pendidikan.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan komitmennya terhadap sektor pendidikan. Ia menyatakan, “Kami tidak ingin melihat ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, tidak bisa makan.” Pernyataan ini disampaikan di Palangka Raya pada Sabtu (07/3), menggarisbawahi prioritas pemerintah daerah.
Inisiatif ini merupakan bagian penting dari Program Strategis di Sektor Pendidikan Tahun 2026. Program ini dirancang sebagai langkah nyata untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat Kalteng. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik dapat semakin kuat.
Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi di Kalteng
Program pemberdayaan sumber daya manusia ini adalah hasil kolaborasi strategis antara Pemprov Kalteng dengan 36 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang pendidikan bagi generasi muda Kalimantan Tengah. Gubernur Agustiar Sabran menekankan keinginan kuat agar putra-putri daerah memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 3.060 mahasiswa di Kalimantan Tengah telah menerima bantuan pendidikan ini. Melihat keberhasilan dan kebutuhan yang ada, Pemprov Kalteng secara drastis meningkatkan kuota penerima. Pada tahun 2026, kuota penerima program bantuan pendidikan ini ditingkatkan hingga mencapai 15 ribu mahasiswa.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, Reza Prabowo, menjelaskan bahwa program pendidikan untuk mahasiswa ini adalah inisiatif kuliah gratis. Program ini merupakan implementasi nyata dari visi “Satu Rumah Satu Sarjana”. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap keluarga memiliki setidaknya satu anggota yang berpendidikan tinggi.
Mekanisme Penyaluran Bantuan dan Harapan Pemerintah
Mengenai mekanisme penyaluran bantuan, Reza Prabowo menjelaskan bahwa uang bantuan tidak diserahkan langsung kepada mahasiswa. Ini merupakan hasil evaluasi dari program yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dengan demikian, bantuan pendidikan ini akan diserahkan langsung kepada pihak perguruan tinggi.
Perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini dilarang melakukan pungutan kepada mahasiswa yang sudah terdaftar sebagai penerima kuliah gratis. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program ini benar-benar membebaskan mahasiswa dari biaya pendidikan. Efisiensi anggaran tidak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan.
Pemerintah Provinsi Kalteng juga berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk keberlanjutan program ini. Dukungan tersebut diharapkan datang dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Harapan ini disampaikan agar berbagai program pengembangan pendidikan di Kalimantan Tengah dapat terus berjalan dan kian berkembang.
Sumber: AntaraNews