Gratis UKT Kaltim: Pemprov Realisasikan Bantuan Pendidikan untuk 21.903 Mahasiswa Baru

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah merealisasikan program "Gratispol" dengan membayarkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 21.903 mahasiswa baru di tahun 2025, menandai komitmen serius terhadap pendidikan tinggi di Kaltim.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gratis UKT Kaltim: Pemprov Realisasikan Bantuan Pendidikan untuk 21.903 Mahasiswa Baru
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah merealisasikan program "Gratispol" dengan membayarkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi 21.903 mahasiswa baru di tahun 2025, menandai komitmen serius terhadap pendidikan tinggi di Kaltim. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah menunjukkan komitmen kuatnya dalam bidang pendidikan dengan merealisasikan program "Gratispol" pada tahun 2025. Program unggulan ini bertujuan untuk meringankan beban biaya pendidikan tinggi bagi masyarakat Kaltim.

Sebanyak 21.903 mahasiswa baru di Kaltim kini dapat menikmati fasilitas bebas Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester pertama. Realisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Kaltim dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing global.

Program Gratispol ini berhasil diwujudkan berkat perencanaan anggaran yang matang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi Benua Etam dalam menciptakan akses pendidikan tinggi yang adil dan merata.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa capaian program Gratispol ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang. Program ini dirancang khusus untuk mencetak "Generasi Emas Kaltim" yang diharapkan memiliki daya saing global di masa depan.

Faisal mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya komitmen bebas biaya kuliah ini. Sebanyak 21.903 mahasiswa baru di Kaltim kini telah terbebas dari biaya UKT untuk semester satu.

Langkah ini merupakan wujud nyata dari dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan. Pemprov Kaltim berupaya memastikan bahwa tidak ada lagi hambatan finansial yang menghalangi putra-putri daerah untuk mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas.

Faisal menambahkan bahwa cakupan program Gratispol akan diperluas secara masif pada tahun 2026. Melalui skema APBD 2026, bantuan biaya pendidikan tidak lagi hanya mencakup semester awal.

Program ini akan menjangkau semester satu hingga delapan untuk jenjang Sarjana (S1), empat semester untuk Magister (S2), dan enam semester untuk Doktoral (S3). Perluasan ini juga akan mencakup mahasiswa yang berkuliah di luar daerah melalui skema kerja sama resmi.

Total penerima program ini diproyeksikan melonjak signifikan hingga 124 ribu mahasiswa. Ini menunjukkan ambisi Pemprov Kaltim untuk memberikan dampak yang lebih luas pada sektor pendidikan tinggi.

Calon penerima program Gratispol diimbau untuk bersikap proaktif dalam proses pendaftaran. Seluruh mahasiswa wajib mendaftar secara mandiri melalui portal resmi pendidikan.gratispol.kaltimprov.go.id.

Tanpa pendaftaran yang valid, panitia tidak akan dapat memverifikasi data mahasiswa yang bersangkutan. Oleh karena itu, ketelitian dalam proses pendaftaran sangatlah penting.

Ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi oleh calon penerima bantuan ini. Persyaratan tersebut memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kaltim.

  • Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kalimantan Timur.
  • Berdomisili di Kaltim minimal tiga tahun.
  • Tidak sedang menerima beasiswa lain (beasiswa tidak boleh ganda).

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi