Gubernur Banten Apresiasi Efektivitas Program Cetar Polres Tangsel Tekan Angka Tawuran Remaja
Gubernur Banten Andra Soni memuji inovasi Program Cetar Polres Tangsel yang terbukti ampuh menekan angka tawuran remaja dan gangguan keamanan di wilayah Tangerang Selatan, menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Gubernur Banten Andra Soni memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Program Cegah Tawuran (Cetar) yang diinisiasi oleh Polres Tangerang Selatan. Program ini dinilai sangat efektif dalam menekan angka tawuran remaja serta berbagai gangguan keamanan di wilayah hukumnya. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Soni saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Kapolres Tangerang Selatan dan jajarannya.
Penghargaan ini diberikan dalam sebuah acara yang berlangsung di Markas Polres Tangerang Selatan pada Minggu, 4 Januari 2026. Kehadiran Gubernur Banten menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya kepolisian menjaga ketertiban masyarakat. Inisiatif Program Cetar Polres Tangsel menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Menurut Gubernur Soni, Kota Tangerang Selatan memiliki karakteristik unik sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan tingkat heterogenitas penduduk yang sangat tinggi. Kondisi ini menuntut pendekatan pengamanan yang adaptif dan berbasis pada pencegahan, di mana Program Cetar mampu menjawab tantangan tersebut secara komprehensif.
Efektivitas Program Cetar dalam Menekan Tawuran Remaja
Program Cetar Polres Tangsel telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam upaya mengurangi insiden tawuran remaja. Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D H Inkiriwang menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan preventif yang holistik. Pendekatan tersebut mencakup penyuluhan, pembinaan, serta melibatkan berbagai pihak komunitas dalam pelaksanaannya.
Sebanyak 6.625 kegiatan telah dilaksanakan sebagai bagian dari Program Cetar, yang berhasil menekan angka tawuran hingga 60 persen. Selain itu, program ini juga mencatat penurunan fatalitas atau korban meninggal dunia dan luka berat akibat tawuran sebesar 40 persen. Data ini menunjukkan dampak positif yang besar terhadap keamanan dan keselamatan generasi muda di Tangerang Selatan.
Gubernur Soni menilai Program Cetar sangat relevan dengan perubahan pola tawuran remaja saat ini yang tidak lagi mengenal waktu dan dapat terjadi hingga malam hari. Ia menegaskan bahwa program ini mampu menjawab tantangan keamanan di wilayah perkotaan yang majemuk. Keberhasilan Program Cetar Polres Tangsel menjadi bukti bahwa pendekatan preventif sangat krusial.
Karakteristik Wilayah dan Dukungan Pemerintah Provinsi
Kota Tangerang Selatan, menurut Gubernur Soni, adalah miniatur Indonesia dengan keberagaman suku dan agama yang tinggi. Kondisi heterogenitas ini memerlukan strategi pengamanan yang khusus dan terintegrasi. Wilayah hukum Banten yang terbagi antara Polda Banten dan Polda Metro Jaya, dengan delapan polres yang melintas batas administrasi, semakin memperumit tantangan keamanan.
Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan jajaran kepolisian selama ini berjalan sangat baik, terutama dalam menangani persoalan keamanan yang melibatkan pelajar SMA dan SMK. Gubernur Soni menyatakan bahwa komunikasi antara pemerintah provinsi, wali kota, dan Kapolres Tangerang Selatan sangat cair. Ini menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai tingkatan pemerintahan dan aparat keamanan.
Dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap upaya pencegahan gangguan kamtibmas di wilayah Tangerang Selatan sangat diapresiasi oleh Kapolres Victor. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur atas bantuan dan dorongan yang diberikan untuk program-program Polres Tangerang Selatan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas keamanan.
Siskamling Terpadu dan Patroli Preventif sebagai Penunjang Keamanan
Selain Program Cetar, Polres Tangerang Selatan juga memperkuat peran masyarakat melalui pembentukan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) Terpadu. Siskamling ini telah tersebar di 328 titik strategis di seluruh wilayah Tangerang Selatan. Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar turut serta aktif dalam menjaga keamanan lingkungan mereka.
Peningkatan patroli preventif juga menjadi fokus utama Polres Tangerang Selatan untuk menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Patroli ini dilakukan secara rutin dan intensif di berbagai area rawan. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh warga Tangerang Selatan.
Melalui kombinasi Program Cetar, Siskamling Terpadu, dan patroli preventif, Polres Tangerang Selatan berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif. Upaya ini menjadi model bagi wilayah lain dalam menghadapi tantangan keamanan di perkotaan yang padat penduduk. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.
Sumber: AntaraNews