Petugas KPK menunjukkan barang rampasan kasus pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (24/06/2026). (Kapanlagi.com/ Budy Santoso)
ADVERTISEMENT
Petugas memperlihatkan sejumlah barang rampasan perkara pemerasan dan gratifikasi terkait pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2026).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana melelang berbagai aset rampasan dari perkara tersebut, termasuk sepeda motor sport Ducati milik mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan. Kendaraan itu saat ini telah berada di Rupbasan KPK bersama barang rampasan lainnya yang berasal dari para terpidana dalam kasus tersebut.
Selain Ducati milik Immanuel Ebenezer, KPK juga akan melelang aset rampasan yang berasal dari 10 terdakwa lain. Sejumlah barang mewah masuk dalam daftar aset yang akan dijual melalui mekanisme lelang, di antaranya ikat pinggang jam tangan mewah hingga tas mewah Balenciaga.
Hingga saat ini, KPK belum menetapkan harga limit untuk masing-masing barang yang akan dilelang. Proses penilaian terhadap aset rampasan masih berlangsung sebelum pelaksanaan lelang dilakukan.Lelang aset rampasan perkara pengurusan sertifikat K3 tersebut direncanakan berlangsung pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar pada Desember 2026.
Petugas KPK menunjukkan barang rampasan kasus pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (24/06/2026). Kapanlagi.com/ Budy SantosoPetugas KPK menunjukkan barang rampasan kasus pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (24/06/2026). Kapanlagi.com/ Budy SantosoPetugas KPK menunjukkan barang rampasan kasus pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (24/06/2026). Kapanlagi.com/ Budy SantosoPetugas KPK menunjukkan barang rampasan kasus pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (24/06/2026). Kapanlagi.com/ Budy SantosoPetugas KPK menunjukkan barang rampasan kasus pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (24/06/2026). Kapanlagi.com/ Budy SantosoPetugas KPK menunjukkan barang rampasan kasus pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (24/06/2026). Kapanlagi.com/ Budy Santoso
Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel "Noel" Ebenezer Gerungan meyakini kasus pemerasan sertifikasi K3 yang menjeratnya adalah titipan pengusaha, memicu pertanyaan besar di tengah proses persidangan.
Immanuel "Noel" Ebenezer Gerungan, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, menyebutkan ciri-ciri partai politik yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan sertifikasi K3, memicu rasa penasaran publik dan menjadi sorotan dalam persidangan.