Petugas Puskesmas Batu Sari menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 di SDN Batu Jaya Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/8/2025).
Petugas kesehatan Puskesmas Batu Sari menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 saat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/08/2025). (merdeka.com/ arie basuki)
ADVERTISEMENT
Petugas kesehatan Puskesmas Batu Sari menyuntikkan vaksin Campak-Rubella (MR) kepada murid kelas 1 SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 yang digelar serentak di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan November.
BIAS adalah program imunisasi rutin tahunan bagi anak-anak sekolah dasar, bertujuan memberikan imunisasi dasar lanjutan untuk melindungi mereka dari penyakit berbahaya seperti campak, rubela, difteri, tetanus, dan kanker leher rahim. Tahun ini, pemerintah menerapkan jadwal baru dalam pelaksanaan BIAS yakni: Kelas 1 SD (usia ±7 tahun) pada bulan Agustus pemberian vaksin MR (Measles Rubella), November pemberian vaksin DT (Difteri Tetanus), Kelas 2 & 5 SD (usia ±8 dan ±11 tahun) pada bulan Novemberpemberian vaksin Td (Tetanus dan Difteri) dan siswa perempuan kelas 5 & 6 SD pada bulan Agustus pemberian vaksin HPV (Human Papillomavirus) untuk mencegah kanker leher rahim.
Melalui BIAS 2025, pemerintah berharap angka kejadian penyakit menular dan kanker leher rahim pada anak-anak di masa depan dapat ditekan secara signifikan. Orang tua diimbau memastikan anak mengikuti jadwal imunisasi sesuai program agar perlindungan kesehatan mereka optimal.
Petugas kesehatan Puskesmas Batu Sari menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 saat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/08/2025). merdeka.com/ arie basukiPetugas kesehatan Puskesmas Batu Sari mengukur suhu siswa sebelum menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 saat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/08/2025). merdeka.com/ arie basukiPetugas kesehatan Puskesmas Batu Sari menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 saat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/08/2025). merdeka.com/ arie basukiPetugas kesehatan Puskesmas Batu Sari menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 saat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/08/2025). merdeka.com/ arie basukiPetugas kesehatan Puskesmas Batu Sari bersiap menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 saat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/08/2025). merdeka.com/ arie basukiPetugas kesehatan Puskesmas Batu Sari menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 saat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/08/2025). merdeka.com/ arie basukiPetugas kesehatan Puskesmas Batu Sari mengukur suhu badan sebelum menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 saat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/08/2025). merdeka.com/ arie basukiPetugas kesehatan Puskesmas Batu Sari menyuntikan vaksin imunisasi Campak-Rubella (MR) ke murid kelas 1 saat pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) 2025 di SDN Batu Jaya, Kota Tangerang, Banten, Jumat (15/08/2025). merdeka.com/ arie basuki
Dinas Kesehatan Bangka menargetkan 6.081 bayi untuk program imunisasi esensial. Program Imunisasi Bayi Bangka ini penting untuk membentuk kekebalan tubuh dan masa depan anak.
Dinas Kesehatan OKU berhasil tuntaskan program Vaksin BIAS 2025 bagi ribuan pelajar SD/MI, mencapai target nasional di atas 95 persen untuk mencegah difteri dan tetanus.
Pemerintah Kota Banjarmasin memulai program vaksinasi DBD untuk ribuan siswa SD mulai Januari 2026, sebagai upaya melindungi anak-anak dari infeksi virus demam berdarah dan menekan angka kasus di kota tersebut.
Dinas Kesehatan OKU gencar mengejar target pemberian Vaksin Tetanus Difteri bagi ribuan siswa SD/MI melalui program BIAS kedua, dengan capaian 79 persen dan ditargetkan rampung akhir Desember 2025.
Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 6 Banda Aceh antusias mengikuti program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
UNICEF bersama Dinas Kesehatan Kota Sorong mengedukasi masyarakat dan sekolah tentang pentingnya Program BIAS, imunisasi lanjutan yang melindungi anak dari penyakit menular.
Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya vaksin campak bagi anak untuk mencegah komplikasi serius hingga kematian. Ketahui jadwal lengkap imunisasi dan bahaya campak yang sangat menular.
Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) menyasar ribuan pelajar di Lebak, Banten, demi menciptakan generasi muda yang sehat dan unggul. Simak detail pencapaiannya!
Kabupaten Agam gencar laksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah Agam, menyasar 31.511 siswa SD untuk tingkatkan kekebalan tubuh. Mengapa imunisasi lanjutan ini krusial?
Kegiatan imunisasi bagi siswa SD ini ditujukan untuk memperpanjang antibodi atau kekebalan, terutama terhadap penyakit difteri, tetanus, campak, dan rubella.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya konsolidasi partai dalam Musda V Demokrat Sumatera Selatan di Hotel Aryaduta Palembang
Kepala Staf Koops Udara Nasional Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo menekankan pentingnya disiplin bagi seluruh personel dalam apel khusus di Koops Udara Nasional.