Dinkes OKU Gencarkan Imunisasi Vaksin Tetanus Difteri, Target 21 Ribu Siswa SD
Dinas Kesehatan OKU gencar mengejar target pemberian Vaksin Tetanus Difteri bagi ribuan siswa SD/MI melalui program BIAS kedua, dengan capaian 79 persen dan ditargetkan rampung akhir Desember 2025.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tengah gencar mengejar target penting dalam upaya kesehatan masyarakat. Mereka berupaya maksimal dalam pemberian vaksin tetanus-difteri kepada pelajar sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Program ini merupakan bagian krusial dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kedua yang dilaksanakan tahun ini.
Subkordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes OKU, Muhammad Yunius, menyatakan bahwa upaya ini sudah berjalan signifikan. Sejak diluncurkan pada awal November 2025, vaksinasi telah menjangkau 16.764 siswa di berbagai sekolah. Target keseluruhan yang harus dicapai adalah 21.092 anak di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, capaian imunisasi vaksin tetanus-difteri telah mencapai sekitar 79 persen dari total sasaran yang ditetapkan. Pihak Dinkes OKU menargetkan program ini rampung 100 persen dalam waktu dekat. Penyelesaian seluruh proses imunisasi ditargetkan sebelum akhir Desember 2025 mendatang.
Strategi Dinkes OKU Capai Target Imunisasi
Untuk memastikan seluruh pelajar mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal, Dinkes OKU menerapkan strategi jemput bola yang efektif. Mereka aktif mendatangi sekolah-sekolah, termasuk yang berada di pelosok desa dan daerah terpencil. Tujuannya adalah agar semua pelajar di Kabupaten OKU menerima vaksin secara lengkap dan merata tanpa terkecuali.
Dinas Kesehatan OKU juga mengerahkan seluruh tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas yang ada. Para nakes ini bertugas mendatangi langsung sekolah guna memberikan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Upaya terkoordinasi ini memastikan kelancaran proses pemberian vaksin tetanus-difteri sesuai kebutuhan setiap siswa.
Muhammad Yunius menegaskan bahwa ketersediaan stok vaksin dipastikan aman dan mencukupi. "Untuk stok vaksin dipastikan aman mencukupi kebutuhan pelajar sesuai target sasaran," katanya. Jumlah vaksin yang tersedia dapat memenuhi seluruh kebutuhan pelajar sesuai dengan target sasaran. Hal ini penting untuk menjamin keberlanjutan program imunisasi tanpa hambatan logistik.
Pentingnya Vaksin Tetanus Difteri untuk Kesehatan Anak
Imunisasi yang diberikan dalam program BIAS kali ini meliputi dua jenis vaksin penting, yaitu Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (Td). Vaksin DT berfungsi ganda untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan. Sementara itu, Td merupakan imunisasi lanjutan yang spesifik untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.
Tetanus adalah penyakit serius yang menyerang sistem saraf, menyebabkan kejang otot yang sangat menyakitkan. Penyakit ini dapat mengakibatkan kondisi rahang terkunci dan berpotensi mematikan jika tidak ditangani dengan baik dan cepat. Penularan tetanus umumnya terjadi melalui luka terbuka atau sayatan yang terkontaminasi bakteri Clostridium tetani.
Difteri merupakan infeksi bakteri yang menyerang hidung, tenggorokan, kulit, serta bagian tubuh lainnya. Penyakit ini dapat membentuk lapisan tebal berwarna abu-abu di tenggorokan yang berisiko tinggi menghalangi pernapasan. Penularan difteri terjadi melalui percikan droplet dari penderita yang terinfeksi saat batuk atau bersin.
Muhammad Yunius dengan tegas menekankan bahwa tetanus dan difteri dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi yang rutin. Oleh karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk tidak ragu memberikan imunisasi kepada anak-anak mereka. Pemberian imunisasi ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup anak-anak di masa depan.
Sumber: AntaraNews