Dinkes Kota Malang Siapkan ORI Campak Awal Februari, Targetkan Kekebalan Kelompok Cepat Terbentuk
Dinas Kesehatan Kota Malang akan menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) Campak pada awal Februari 2026 untuk menekan penyebaran penyakit. Program ini menargetkan ribuan anak demi mencapai kekebalan kelompok dengan cepat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan kesiapan penuh untuk melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) campak. Program ini dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2026 mendatang. Tujuannya adalah meminimalkan penyebaran campak di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa imunisasi ini krusial untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) secara cepat. Pembentukan kekebalan kelompok sangat penting untuk melindungi masyarakat.
ORI campak akan dimulai pada 6 Februari 2026, dengan harapan 75 persen populasi minimal tervaksinasi. Angka ini dianggap cukup untuk mengurangi risiko penularan campak secara signifikan di Kota Malang.
Fokus Pelaksanaan ORI dan Target Sasaran
Pelaksanaan ORI campak di Kota Malang secara spesifik menargetkan anak-anak dalam rentang usia sembilan bulan hingga kurang dari 13 tahun. Total sasaran yang ditetapkan mencapai 23.446 anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Miefta Eti Winindar, menegaskan bahwa ORI ini bertujuan membentuk kekebalan secara cepat. Selain itu, program ini juga untuk memutus rantai penularan campak yang lebih luas.
Pemberian imunisasi ini dilakukan tanpa melihat status imunisasi anak sebelumnya. Hal ini untuk memastikan cakupan yang maksimal dan efektivitas program dalam menanggulangi wabah.
Campak dapat menyebar karena beberapa faktor, termasuk imunisasi yang belum lengkap, kurangnya gizi, dan kondisi lingkungan tidak sehat. Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah preventif yang sangat penting.
Gejala Campak dan Wilayah Terdampak di Malang
Husnul Muarif menjelaskan gejala umum campak meliputi demam tinggi dan ruam khas yang muncul. Ruam ini biasanya dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke area wajah hingga pundak belakang.
Ruam campak ditandai dengan bintik-bintik merah yang khas. Identifikasi gejala ini penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.
Dinkes Kota Malang mencatat kasus campak ditemukan di tiga kelurahan. Kelurahan Buring dan Kelurahan Kedungkandang di Kecamatan Kedungkandang menjadi lokasi temuan kasus.
Selain itu, Kelurahan Tanjungrejo di Kecamatan Sukun juga melaporkan adanya kasus campak. Pelaksanaan imunisasi akan difokuskan pada ketiga wilayah ini untuk membendung penyebaran dan memutus rantai kasus.
Di Kelurahan Buring, terdapat dua kasus positif dengan hubungan epidemiologi. Kelurahan Kedungkandang juga mencatat dua kasus positif dengan hubungan epidemiologi yang serupa.
Sementara itu, Kelurahan Tanjungrejo melaporkan tiga kasus positif, dua di antaranya memiliki hubungan epidemiologi. Fokus intervensi di area ini diharapkan dapat menghentikan penularan lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews