Dinas Kesehatan OKU Tuntaskan Vaksin BIAS 2025, Ribuan Pelajar Telah Divaksin
Dinas Kesehatan OKU berhasil tuntaskan program Vaksin BIAS 2025 bagi ribuan pelajar SD/MI, mencapai target nasional di atas 95 persen untuk mencegah difteri dan tetanus.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, telah menuntaskan program pemberian vaksin Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kedua tahun 2025. Ribuan pelajar di wilayah tersebut berhasil mendapatkan imunisasi penting ini.
Program vaksinasi ini menyasar siswa kelas I, II, dan V Sekolah Dasar (SD) serta Madrasah Ibtidaiyah (MI) di 13 kecamatan. Vaksin yang diberikan meliputi Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (Td) untuk melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya.
Penuntasan program yang dimulai sejak awal November 2025 ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan generasi muda. Capaian imunisasi ini secara signifikan melampaui target nasional, memastikan perlindungan maksimal bagi pelajar.
Capaian Vaksinasi BIAS OKU Lampaui Target Nasional
Muhammad Yunius, Subkordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan OKU, menjelaskan rincian capaian vaksinasi. Program ini telah menjangkau ribuan pelajar di seluruh penjuru Kabupaten OKU.
Vaksin DT berhasil diberikan kepada 6.390 pelajar kelas I SD sederajat di 13 kecamatan. Sementara itu, vaksin Td untuk kelas II SD/MI mencapai 6.639 pelajar, dan untuk siswa kelas V sebanyak 5.760 orang.
"Capaian ini rata-rata di atas 95 persen dari target nasional," kata Muhammad Yunius. Angka ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pihak sekolah.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tenaga kesehatan di seluruh puskesmas. Mereka secara konsisten melakukan upaya jemput bola untuk pemberian vaksin ke sekolah-sekolah hingga pelosok desa. Peran serta pihak sekolah juga sangat membantu dalam menyukseskan program pemerintah pusat ini.
Pentingnya Vaksin DT dan Td untuk Kesehatan Anak
Imunisasi DT memiliki fungsi vital dalam mencegah tiga penyakit serius, yaitu difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan. Sementara itu, vaksin Td merupakan imunisasi lanjutan yang spesifik untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.
Muhammad Yunius menjelaskan bahwa tetanus adalah penyakit saraf yang dapat menyebabkan kejang otot menyakitkan dan rahang terkunci. Penyakit ini menular melalui luka atau sayatan yang terkontaminasi. "Penyakit tetanus dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik," jelasnya.
Difteri, di sisi lain, menyerang hidung, tenggorokan, kulit, dan bagian tubuh lainnya. Penyakit ini dapat menyebabkan terbentuknya lapisan tebal di tenggorokan yang berpotensi menghalangi pernapasan. Penularan difteri umumnya terjadi melalui percikan droplet dari penderita.
"Tetanus dan difteri bisa dicegah dengan imunisasi ini," ujarnya. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan OKU menghimbau kepada para orang tua untuk memberikan imunisasi kepada anak-anaknya. Hal ini bertujuan agar derajat kesehatan mereka meningkat di masa depan.
Sumber: AntaraNews