Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), telah memulai uji coba program vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) bagi pelajar kelas 3-5 di tiga sekolah dasar. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang bertujuan untuk menekan angka kasus DBD yang masih tinggi. Pelaksanaan program ini berjalan cukup lancar, menandai langkah penting dalam upaya pencegahan penyakit menular tersebut.
Tiga sekolah yang menjadi sasaran utama program ini adalah SDN Kuripan 1, SDN Kebun Bunga 1, dan SDN Kebun Bunga 4. Seluruh proses vaksinasi di ketiga sekolah tersebut ditangani langsung oleh Puskesmas Cempaka Putih. Untuk mendukung program ini, sebanyak 7.500 dosis vaksin DBD telah dialokasikan khusus untuk Kota Banjarmasin, bantuan dari pemerintah pusat.
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Bandiyah Ma’rifah, menjelaskan bahwa pemberian vaksin kepada siswa sekolah tentunya melalui skrining terlebih dahulu. Proses ini memastikan bahwa hanya siswa yang memenuhi syarat yang akan menerima vaksin, sehingga efektivitas dan keamanannya dapat terjaga.
Advertisement
Advertisement
Proses pemberian vaksin DBD kepada siswa sekolah dasar di Banjarmasin dilakukan dengan prosedur yang ketat dan terukur. Setiap calon penerima vaksin diwajibkan untuk menjalani skrining kesehatan secara menyeluruh sebelum imunisasi dilakukan.
Skrining awal ini sangat penting untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan masing-masing siswa. Apabila hasil skrining menunjukkan adanya indikasi yang tidak memperbolehkan vaksinasi DBD, seperti siswa yang sudah pernah terinfeksi dan memiliki antibodi alami, maka vaksin tidak akan diberikan.
Program vaksinasi ini direncanakan akan diberikan sebanyak dua kali dengan jeda minimal tiga bulan antar dosis. Setelah pemberian vaksin, kesehatan anak akan dipantau secara berkala selama tiga tahun untuk mengevaluasi efektivitas vaksin dan memantau potensi efek samping.
Advertisement
Advertisement
Kota Banjarmasin memiliki peran strategis dalam program nasional ini, karena terpilih sebagai salah satu dari tiga kota di Indonesia untuk uji coba vaksin DBD. Dua kota lainnya yang juga menjadi pilot project adalah Jakarta dan Palembang, dengan pemilihan didasarkan pada tingginya angka kasus DBD di wilayah tersebut.
Dengan disuntikkannya vaksin ini, diharapkan dapat membantu sistem imun anak-anak mengenali dan melawan virus dengue secara lebih efektif. Hal ini krusial untuk mengurangi risiko terkena DBD dan, yang terpenting, mencegah timbulnya gejala yang parah.
Manfaat vaksinasi juga mencakup pencegahan komplikasi serius yang dapat terjadi akibat DBD, seperti syok dan kebutuhan rawat inap. Vaksinasi ini merupakan langkah proaktif yang signifikan dalam melindungi kesehatan masyarakat dan mengurangi beban penyakit.
Advertisement
Advertisement
Program vaksinasi DBD ini tidak hanya berhenti pada tahap uji coba, melainkan direncanakan untuk terus dilanjutkan di Kota Banjarmasin. Bandiyah Ma’rifah menegaskan bahwa ke depannya, pengadaan vaksin tidak lagi akan dibantu oleh pemerintah pusat.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, pembiayaan program vaksinasi DBD akan dialihkan dan ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarmasin. Ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjaga keberlanjutan program kesehatan vital ini.
Dengan demikian, program vaksinasi DBD akan menjadi perhatian dan fokus utama pemerintah daerah. Langkah ini memastikan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian DBD dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan, demi kesehatan seluruh warga Banjarmasin.
Advertisement
Sumber: AntaraNews