FBB 2025: Ada Atraksi Berjalan di Atas Batu Panas, Pemkab Biak Tanamkan Kecintaan Budaya Lewat Festival Budaya Biak
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menggelar Festival Budaya Biak 2025 dengan beragam atraksi unik, termasuk berjalan di atas batu panas. Simak tujuan utama dan dampaknya!
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, secara resmi membuka ajang Festival Budaya Biak (FBB) pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Acara ini berlangsung selama tiga hari hingga 20 Oktober 2025, bertempat di Lapangan Cenderawasih Biak. Festival ini bertujuan utama untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal yang kaya.
Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Onny T Dangeubun, menjelaskan bahwa FBB 2025 tidak hanya fokus pada pelestarian. Event ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Biak secara signifikan. Berbagai atraksi menarik telah disiapkan untuk memeriahkan festival tahunan ini.
Dengan tema "Mencintai Budaya dan Membentuk Karakter", festival ini melibatkan seniman, budayawan, dan seluruh lapisan masyarakat. Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, mengajak semua pihak untuk menyukseskan acara penting ini. Kehadiran Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Rumaropen turut menandai pembukaan FBB 2025.
Beragam Atraksi Budaya Unggulan di Festival Budaya Biak
Festival Budaya Biak 2025 menyajikan serangkaian atraksi budaya yang memukau dan otentik, dirancang untuk menarik perhatian berbagai kalangan. Salah satu yang paling dinanti adalah paduan suara lagu daerah Biak yang menampilkan kekayaan musikalitas lokal. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pelestarian lagu-lagu tradisional yang berharga.
Selain itu, gerak jalan berbahasa Biak juga menjadi daya tarik tersendiri, menunjukkan vitalitas bahasa daerah di tengah masyarakat. Peserta akan berjalan sambil berkomunikasi menggunakan bahasa Biak, memperkuat identitas linguistik mereka. Parade tari Wor turut memeriahkan suasana dengan gerakan-gerakan yang sarat makna dan sejarah, merefleksikan nilai-nilai leluhur.
Penampilan musik suling tambur juga akan menghibur pengunjung dengan irama khas Biak Numfor yang energik dan menawan. Atraksi ini menjadi bukti nyata dari keberagaman seni pertunjukan yang dimiliki oleh suku Biak. Puncak dari pertunjukan budaya yang menarik perhatian adalah apen beyeren, atau tradisi berjalan di atas batu panas, sebuah ritual kuno yang penuh misteri dan keberanian.
Atraksi apen beyeren ini bukan hanya sekadar tontonan yang mendebarkan, melainkan juga simbol kekuatan spiritual dan ketahanan budaya masyarakat Biak. Kehadiran atraksi unik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada dunia luar.
FBB 2025: Mendorong Ekonomi dan Pelestarian Budaya Lokal
Selain pertunjukan seni yang memukau, Festival Budaya Biak juga mengintegrasikan berbagai kegiatan lain yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal. Salah satunya adalah kegiatan makan bersama, sebuah tradisi komunal yang mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pengunjung. Suasana kebersamaan ini menjadi salah satu daya tarik utama festival.
Musik dan hiburan lainnya juga disediakan untuk menciptakan suasana yang meriah dan menyenangkan sepanjang acara. Pameran UMKM menjadi platform penting bagi pelaku usaha lokal, khususnya orang asli Papua, untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka. Ini sejalan dengan harapan Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Onny T Dangeubun, agar festival ini dapat mengangkat perekonomian masyarakat.
Seniman dan budayawan juga mendapatkan ruang yang luas untuk menampilkan karya serta keahlian mereka, dari seni rupa hingga pertunjukan panggung. Konsep kampung budaya dan sekolah budaya juga diperkenalkan dalam Festival Budaya Biak ini sebagai upaya edukasi. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung mengenai tradisi dan nilai-nilai luhur suku Biak kepada generasi muda.
Melalui program-program edukatif ini, kecintaan terhadap budaya daerah diharapkan dapat tertanam lebih dalam, memastikan keberlangsungan warisan leluhur. Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak. "Mari kita bersama-sama mendukung pelaksanaan Festival Budaya Biak untuk melestarikan budaya daerah Biak," ujarnya, menyerukan partisipasi aktif dari seniman, budayawan, dan seluruh masyarakat.
Sumber: AntaraNews