Pedungan Village Festival 2025: Tahukah Anda, Ajang Seni Budaya Ini Jadi Wadah Anak Muda Belajar dan Berjejaring Positif?

Pedungan Village Festival 2025 kembali digelar di Denpasar, menjadi ajang penting bagi generasi muda untuk melestarikan seni budaya dan memperluas jejaring sosial. Apa saja keseruannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pedungan Village Festival 2025: Tahukah Anda, Ajang Seni Budaya Ini Jadi Wadah Anak Muda Belajar dan Berjejaring Positif?
Pedungan Village Festival 2025 kembali digelar di Denpasar, menjadi ajang penting bagi generasi muda untuk melestarikan seni budaya dan memperluas jejaring sosial. Apa saja keseruannya? (Merdeka.com)

Pedungan Village Festival 2025 resmi dibuka di Kawasan Pemelisan Desa Adat Pedungan, Denpasar, pada Jumat malam. Acara ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah platform edukatif yang berharga. Festival ini dirancang khusus untuk mewadahi generasi muda dalam mempelajari serta melestarikan seni dan budaya lokal Bali.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, secara langsung membuka perhelatan akbar ini. Beliau menekankan pentingnya festival sebagai sarana pelestarian budaya yang kaya. Beragam acara seni dan budaya tradisional disajikan dalam rangkaian kegiatan festival ini.

Mengusung tema "Pandea Aji Paduwungan", festival ini akan berlangsung selama dua hari penuh, dari tanggal 22 hingga 23 Agustus 2025. Selain fokus pada seni budaya, perhelatan ini juga mengintegrasikan pengembangan ekonomi kreatif dan edukasi lingkungan.

Melestarikan Seni Budaya Melalui Berbagai Lomba Kreatif

Pedungan Village Festival tahun ini menghadirkan serangkaian perlombaan yang kental dengan nilai seni dan budaya. Ini adalah upaya nyata dalam melestarikan kearifan lokal Bali. Peserta dapat menunjukkan bakat mereka dalam berbagai kategori yang menarik.

Beberapa lomba yang menjadi sorotan antara lain Lomba Busana Adat ke Pura dan Lomba Tari Bali. Ada juga Lomba Gebogan yang menampilkan kreativitas dalam penataan sesajen. Keunikan festival ini semakin terasa dengan adanya Janger Lansia, yang melibatkan partisipasi para sesepuh.

Selain itu, Lomba Bapang Barong turut memeriahkan suasana dengan penampilan seni topeng yang memukau. Tidak ketinggalan, Parade Ngelawar juga menjadi daya tarik tersendiri, menampilkan tradisi kuliner Bali. Puncak acara budaya adalah pemilihan Teruna Teruni Pedungan, yang mencari duta muda berbudaya.

Membangun Jejaring Positif dan Edukasi Lingkungan

Selain aspek seni budaya, Pedungan Village Festival juga berfokus pada pengembangan jejaring sosial. Wakil Wali Kota Arya Wibawa berharap festival ini menjadi wadah bagi generasi muda. Mereka bisa memperluas pertemanan dengan landasan nilai-nilai positif.

"Festival semacam ini bisa menjadi wadah kita untuk mencari teman, meningkatkan jejaring sosial, namun harus dibarengi dengan hal positif dan baik bagi anak-anak muda," ungkap Arya Wibawa. Pesan ini menekankan pentingnya interaksi yang konstruktif. Hal ini sejalan dengan visi festival untuk membentuk karakter positif.

Tak hanya itu, komitmen terhadap lingkungan juga menjadi bagian integral dari festival. Pedungan Village Festival menyertakan acara penanaman mangrove. Kegiatan ini merupakan upaya konkret dalam menjaga pelestarian lingkungan pesisir.

Ketua Panitia, I Made Angga Arwata Kusuma Jaya, menegaskan bahwa festival ini bukan hanya hiburan. "Tak hanya hiburan semata, kami juga ingin sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda, baik mengenai seni budaya maupun lingkungan," ujarnya. Edukasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Festival Kedua dengan Dukungan Artis Lokal

Pedungan Village Festival tahun 2025 merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. Ini menunjukkan konsistensi dan komitmen panitia dalam melestarikan budaya. Antusiasme masyarakat juga terlihat semakin meningkat.

Untuk memeriahkan panggung utama, sejumlah artis lokal ternama turut hadir. Penampilan mereka menambah semarak suasana festival. Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Beberapa nama yang akan tampil antara lain Agung Ketut Rai dan Kis Band. Mereka akan membawakan lagu-lagu yang akrab di telinga masyarakat. Pertunjukan musik ini diharapkan dapat menghibur sekaligus menginspirasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi