Tahukah Anda Tradisi Unik Biak? Meriahnya Pesta Adat Makan Bersama di Festival Budaya Biak 2025
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sukses menggelar Pesta Adat Makan Bersama (Munara Fan Nanggi) sebagai bagian dari Festival Budaya Biak 2025 yang meriah.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, baru-baru ini sukses menggelar Pesta Adat Makan Bersama (Munara Fan Nanggi) yang meriah. Acara ini menyajikan pesona kuliner khas Biak di sepanjang Jalan Imam Bonjol Kota Biak. Kegiatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian Festival Budaya Biak (FBB) 2025.
Pembukaan acara istimewa ini dilakukan langsung oleh Bupati Markus Octovianus Mansnembra bersama Wakil Bupati Jimmy Carter Rumbarar Kapissa. Pesta makan bersama ini diselenggarakan sebagai wujud nyata kecintaan warga terhadap budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter masyarakat Biak yang kuat.
Ribuan masyarakat dari berbagai kampung, kelurahan, dan 19 distrik di Kabupaten Biak Numfor memadati lokasi acara. Mereka antusias menikmati hidangan yang melimpah, mencerminkan kekayaan alam Pulau Biak. Festival Budaya Biak sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 17 hingga 20 Oktober 2025.
Mengukuhkan Tradisi Lewat Pesta Adat Makan Bersama
Bupati Markus Octovianus Mansnembra menjelaskan bahwa Pesta Adat Makan Bersama ini menampilkan beragam kuliner. Hidangan tersebut merupakan hasil kekayaan alam Pulau Biak yang melimpah. Pemerintah daerah berharap FBB dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi Biak Numfor.
Acara ini, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata setempat, dirancang untuk dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran warga dari berbagai penjuru Biak menunjukkan antusiasme tinggi. Ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur.
Pesta adat makan bersama ini tidak hanya sekadar ajang kuliner, tetapi juga cerminan kuat dari kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan kecintaan mendalam warga dalam melestarikan budaya Biak. Tradisi Munara Fan Nanggi menjadi simbol persatuan dan identitas lokal.
Ragam Atraksi dan Potensi Ekonomi Kreatif di FBB 2025
Festival Budaya Biak 2025 menyajikan berbagai atraksi budaya adat yang memukau selama tiga hari pelaksanaannya. Di antara penampilan yang menarik adalah paduan suara bahasa daerah dan gerak jalan berbahasa daerah. Selain itu, ada juga parade tari wor yang megah serta alunan musik suling tambur yang khas.
Selain pertunjukan seni, FBB juga menghadirkan lomba sosio drama dan sekolah budaya yang edukatif. Aspek ekonomi kreatif juga tidak luput dengan adanya pameran UMKM. Pesona kuliner lokal juga turut meramaikan festival ini, menambah daya tarik bagi pengunjung.
Puncak acara FBB juga mencakup temu budaya dan atraksi unik apen beyeren. Atraksi apen beyeren adalah berjalan kaki di atas batu panas, sebuah tradisi yang menantang dan sarat makna. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Biak kepada dunia.
Sumber: AntaraNews