Mama Sinta Bantah Isu Keberangkatan ke Jakarta, Naik Pesawat Komersial, Bukan Jet Pribadi
Ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi dan tidak melibatkan pihak-pihak yang disebut dalam berbagai narasi di media sosial.
Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai keberangkatannya ke Jakarta.
Ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi dan tidak melibatkan pihak-pihak yang disebut dalam berbagai narasi di media sosial.
Pernyataan itu disampaikan Mama Sinta untuk merespons kabar beredarnya narasi dari akun media lokal @laolao_papua yang menyebut dirinya mendapat intimidasi dari aparat TNI serta diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi milik pengusaha Haji Isam melalui fasilitasi PT Jhonlin Group.
Dalam sebuah video yang beredar pada Minggu (31/5/2026), Mama Sinta menyatakan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang dialaminya. Ia menjelaskan bahwa dirinya menggunakan penerbangan komersial seperti penumpang pada umumnya.
"Itu tidak benar nak, itu tidak benar. Saya naik pesawat biasa dengan penumpang. Saya tidak naik kapal ke Merauke atau ke Boven Digoel dengan pesawat helikopternya Haji Isam. Itu tidak ada," ujar Mama Sinta.
Secara Mandiri
Perempuan berusia 62 tahun itu juga mengatakan dirinya tidak pernah bertemu dengan Haji Isam. Menurutnya, seluruh perjalanan dari Wanam menuju Merauke, kemudian melanjutkan penerbangan ke Jayapura hingga Jakarta, dilakukan secara mandiri.
Mama Sinta menegaskan bahwa kedatangannya ke Ibu Kota dilandasi keinginan pribadi untuk mencari keadilan terkait penggunaan wajahnya tanpa izin dalam film dokumenter berjudul Pesta Babi.
Selain itu, ia turut meluruskan isu mengenai keterlibatan aparat keamanan dalam keberangkatannya. Mama Sinta memastikan tidak ada tindakan pemaksaan maupun tekanan yang diterimanya dari pihak TNI.
"TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi. Kenapa kalian yang repot dengan saya? Saya datang ke Jakarta karena harga diri saya," katanya.
Melalui klarifikasi tersebut, Mama Sinta berharap publik dapat memperoleh informasi yang utuh mengenai latar belakang keberangkatannya ke Jakarta. Ia juga mengajak semua pihak untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Lapor ke Polda Metro Jaya
Mama Sinta meminta publik dan pihak-pihak tertentu untuk tidak mengaitkan urusan pribadinya dengan isu Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia merasa martabatnya sebagai orang tua dan perempuan Papua direndahkan karena wajahnya terus-menerus ditampilkan dalam pemutaran film "Pesta Babi" tanpa sepengetahuan dan izin darinya.
"Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta. Dihentikan! Mulai dari hari ini dihentikan! Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu," pintanya.
Untuk menempuh jalur hukum, Mama Sinta didampingi kuasa hukumnya, TS Hamonangan Daulay, telah menyambangi Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026).
Laporan tersebut telah resmi diterima dengan nomor register LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya. Pihak penyelenggara film dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 65 juncto Pasal 67 Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Disinformasi
Di sisi lain, berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan koordinasi intelijen kewilayahan, terindikasi adanya upaya dari kelompok tertentu untuk sengaja memutarbalikkan fakta.
Terdapat laporan bahwa sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan organisasi mahasiswa menggelar konsolidasi pada Sabtu (30/5/2026) di Kimam, untuk merancang isu bahwa Mama Sinta dibawa ke Jakarta karena diancam akan ditembak oleh aparat di Wanam.
Namun, pernyataan langsung dari Mama Sinta di Jakarta telah mematahkan seluruh skenario disinformasi tersebut.
"Saya ini hidup sendirian dari dulu. Tidak usah ikut campur urusan saya. Saya di Jakarta ada baik-baik, jadi kalian setop sudah," katanya.