KSAD Pertanyakan Dana Produksi Film Pesta Babi: Duitnya dari Mana?
Menurut Maruli, ada pihak-pihak tertentu yang ikut mendanai Film Pesta Babi, sebab pembuatan video membutuhkan banyak biaya.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mempertanyakan sumber dana produksi Film Pesta Babi, karya Dhandy Laksono.
"Sekarang permasalahannya, orang sampai membuat video, bagaimana ceritanya seperti ini segala macam, duitnya dari mana? Ya, coba saja, ya kan?" kata Maruli di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (19/5).
Menurut Maruli, ada pihak-pihak tertentu yang ikut mendanai Film Pesta Babi, sebab pembuatan video membutuhkan banyak biaya.
"Sampai datang ke sana, bikin video, terbang sini terbang sana, orang berduit lah," kata dia.
Meski demikian, Maruli membantah telah menginstruksikan prajuritnya untuk membubarkan kegiatan nonton bareng film Pesta Babi. Ia menegaskan pembubaran itu dilakukan atas permintaan pemerintah daerah (pemda).
Pembubaran Diminta Pemda
"Itu kan memang coba saja ditanya yang jelas ya, karena ada pembubaran kan dari pemerintah daerah untuk keamanan wilayah. Itu kan tanggung jawabnya apa namanya, koordinator wilayah antara pejabat pemerintahan di sana menganggap ada risiko keributan," kata Maruli.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Yusril Ihza Mahendra, membantah pembubaran nobar film pesta babi merupakan arahan pemerintah pusat. Menurutnya pemutaran film itu berlangsung di sejumlah lokasi.
"Melihat pola demikian, pembubaran nobar film Pesta Babi bukanlah arahan dari Pemerintah ataupun aparat penegak hukum yang biasanya terpusat," ujar Yusril dalam keterangannya, Kamis (14/5).