Fakta Unik: Wali Kota Denpasar Ungkap Rahasia Kearifan Lokal Bali dalam Mencapai Zero Waste di Forum CityNet
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memukau delegasi CityNet Asia Pasifik dengan memperkenalkan filosofi Kearifan Lokal Bali sebagai kunci utama menuju kota zero waste yang berkelanjutan.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memperkenalkan kearifan lokal Bali dalam Asia Pacific International Seminar on Zero Waste. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian forum CityNet Executive Committee Meeting Ke-45 Tahun 2025 di Sanur, Denpasar. Seminar tersebut dihadiri oleh delegasi dari berbagai kota anggota jaringan CityNet se-Asia Pasifik.
Dalam kesempatan ini, Jaya Negara mengajak para peserta untuk merenungkan filosofi keseimbangan hidup dan rasa hormat terhadap alam. Nilai-nilai ini telah menjadi napas masyarakat Bali selama berabad-abad dan relevan untuk pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan tema forum internasional, "Membangun Harmoni yang Berakar pada Kearifan Lokal," bukan sekadar wacana teknis, melainkan seruan moral untuk perubahan.
Filosofi zero waste, menurutnya, harus berakar dari kesadaran kecil dan kebiasaan sehari-hari dalam menghormati alam. Hal ini sejalan dengan nilai yang terkandung dalam Tri Hita Karana, yakni keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Denpasar bertekad menunjukkan bahwa sebuah kota budaya juga dapat menjadi kota yang berkelanjutan dan bersih.
Filosofi Tri Hita Karana sebagai Fondasi Zero Waste
Wali Kota Jaya Negara menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai fondasi inovasi global. Ia menggambarkan bagaimana tradisi kecil sehari-hari di Denpasar mencerminkan filosofi mendalam. "Udara pagi Denpasar selalu dimulai dengan aroma dupa dari canang yang perlahan naik di depan rumah warga sebagai tradisi kecil penuh makna untuk merenungkan filosofi keseimbangan hidup dan rasa hormat terhadap alam, nilai yang telah menjadi napas masyarakat Bali," ujarnya.
Filosofi Tri Hita Karana, yang mengajarkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, menjadi inti dari pendekatan Denpasar terhadap zero waste. Konsep ini mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Keseimbangan alam tidak dapat dinegosiasikan, dan peristiwa banjir baru-baru ini di Denpasar menjadi pengingat akan hal tersebut.
Menjaga lingkungan bukanlah pilihan semata, melainkan keharusan moral dan tanggung jawab bersama. Daya tahan kota tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik. Daya tahan tersebut juga melalui kesadaran, perubahan perilaku, dan kebijakan yang berpihak pada alam.
Inisiatif Konkret Denpasar Menuju Kota Berkelanjutan
Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa turut memaparkan berbagai inisiatif nyata Pemerintah Kota Denpasar. Program-program ini dirancang untuk mendukung prinsip zero waste secara komprehensif. Upaya ini mencakup pengelolaan sampah berbasis sumber yang dimulai dari tingkat rumah tangga.
Selain itu, pemerintah kota juga memperkuat bank sampah komunitas yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pengembangan ekonomi sirkular menjadi fokus lain, dengan melibatkan generasi muda dalam menciptakan solusi inovatif untuk pengelolaan limbah. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Denpasar dalam mewujudkan kota yang bersih dan berkelanjutan.
Program-program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Denpasar berharap dapat mencapai target kota tanpa limbah. "Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat jejaring, memperluas kolaborasi, dan menyalakan semangat baru membangun kota tanpa limbah," kata Wakil Wali Kota.
Komitmen Global: Call to Action for Zero-Waste Cities
Pada puncak kegiatan seminar, forum CityNet meluncurkan "Call to Action for Zero-Waste Cities." Ini merupakan komitmen bersama para pemimpin kota anggota CityNet untuk membangun kota yang berdaya tahan, berbudaya bersih, dan berkelanjutan. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya global menuju pengelolaan limbah yang lebih baik.
Dalam sesi peluncuran, tiga perwakilan negara anggota CityNet membacakan deklarasi bersama. Deklarasi ini menegaskan bentuk komitmen global menuju kota tanpa limbah. Komitmen ini menjadi seruan bersama untuk bertindak dengan penuh kesadaran dan memimpin dengan keberanian.
Wali Kota Denpasar Jaya Negara menyebut komitmen ini sebagai upaya mentransformasi kota-kota demi bumi dan generasi yang akan datang. "Dari Denpasar, tanah yang penuh harmoni, pesan moral itu bergema dari kearifan lokal menuju inspirasi global demi masa depan yang bersih, berbudaya, dan berkelanjutan," pungkasnya. CityNet sendiri merupakan jaringan pemerintah kota se-Asia Pasifik yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kerja sama antarkota dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh.
Sumber: AntaraNews