Wali Kota Denpasar Ajak Pengusaha Horeka Kelola Sampah dari Sumber, Dukung Pariwisata Berkelanjutan
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meminta pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (horeka) untuk aktif dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah ini krusial untuk pariwisata Denpasar yang bersih dan berkelanjutan, khususnya dalam menduk
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, secara tegas meminta para pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (horeka) di Denpasar untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Permintaan ini disampaikan guna mendukung terwujudnya pariwisata yang bersih dan berkelanjutan di Kota Denpasar. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk mengatasi timbulan sampah yang signifikan, terutama dari sektor pariwisata.
Pernyataan tersebut disampaikan Jaya Negara dalam acara gathering pariwisata bertajuk “Rejuvenate Sanur: Sinergi Membangun Pariwisata Denpasar” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Acara ini berlangsung di Hotel Prama Sanur pada Sabtu, 29 Maret, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pariwisata. Wali Kota menyoroti bahwa sektor horeka menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah di kawasan pariwisata, khususnya di Sanur.
Oleh karena itu, penekanan pada pengelolaan sampah harus dimulai langsung dari sumbernya, yaitu di lingkungan operasional pelaku usaha horeka. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Upaya ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Denpasar untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) dan mendorong kemandirian pengelolaan sampah di tingkat lokal.
Pentingnya Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Denpasar
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan kunci utama dalam mengatasi permasalahan sampah di kota ini. Sektor horeka, yang meliputi hotel, restoran, dan kafe, diidentifikasi sebagai kontributor signifikan terhadap timbulan sampah, terutama di area pariwisata seperti Sanur. "Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi kunci. Kita harus menyasar langsung pelaku usaha horeka, karena mereka memiliki peran besar dalam menghasilkan sekaligus mengelola sampah,” ujarnya.
Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya agar persoalan sampah dapat diselesaikan di tingkat lokal, tanpa harus selalu bergantung pada tempat pembuangan akhir (TPA). Pendekatan ini bertujuan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan efisien di setiap kawasan. Dengan demikian, beban TPA dapat berkurang dan lingkungan kota tetap terjaga kebersihannya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, menambahkan bahwa pembangunan pariwisata Denpasar diarahkan pada prinsip keberlanjutan. Ini berarti menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan dalam setiap kebijakan dan implementasi program. Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi bagian integral dari strategi ini untuk memastikan pariwisata Denpasar tetap berkualitas dan berdaya saing.
Kemandirian Sanur dalam Penanganan Sampah
Beberapa wilayah di Sanur telah menunjukkan hasil yang positif dalam Pengelolaan Sampah Horeka Denpasar secara mandiri. Contohnya, Sanur Kaja telah berhasil mengelola sampahnya sendiri, menunjukkan bahwa kemandirian dalam penanganan sampah di tingkat lokal sangat mungkin dilakukan. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengikuti jejak serupa.
Selain itu, pengembangan fasilitas pengolahan sampah juga sedang digalakkan di Sanur Kauh dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian kawasan dalam menangani sampah secara lebih efektif. Fasilitas ini akan menjadi infrastruktur krusial untuk mendukung visi pariwisata Denpasar yang bersih dan berkelanjutan.
Jaya Negara berharap kawasan Sanur dapat sepenuhnya mandiri dalam mengelola sampahnya sendiri. "Kita harapkan kawasan Sanur bisa mandiri dalam mengelola sampahnya sendiri sehingga mendukung pariwisata yang bersih dan berkelanjutan,” tambahnya. Kemandirian ini tidak hanya mengurangi masalah lingkungan, tetapi juga meningkatkan citra pariwisata Denpasar di mata wisatawan.
Sinergi Multi-Stakeholder untuk Pariwisata Berkelanjutan
Ni Luh Putu Riyastiti menjelaskan bahwa sektor horeka memiliki peran strategis dalam implementasi pengelolaan sampah berbasis sumber. Ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pemilahan sampah di awal, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pengolahan sampah organik. Keterlibatan aktif dari pelaku usaha sangat penting untuk keberhasilan program ini.
Kegiatan gathering pariwisata tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan pariwisata. "Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi seluruh stakeholder pariwisata dalam mewujudkan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari transformasi menuju pariwisata Denpasar yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya. Sinergi ini melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan komunitas lingkungan.
Acara tersebut diikuti oleh sekitar 90 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pelaku usaha pariwisata, tokoh masyarakat, akademisi, hingga komunitas lingkungan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang optimal dan berkelanjutan di Kota Denpasar.
Sumber: AntaraNews