Pemkot Denpasar Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Satuan Pendidikan
Pemerintah Kota Denpasar serius memperkuat komitmen dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, menyasar satuan pendidikan sebagai langkah vital untuk kelestarian lingkungan.
Pemerintah Kota Denpasar menunjukkan komitmen kuat dalam mengelola sampah berbasis sumber secara menyeluruh, dengan fokus utama pada satuan pendidikan di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di Denpasar. Sosialisasi program pengelolaan sampah berbasis sumber telah diselenggarakan di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, pada Jumat (6/3).
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam kegiatan sosialisasi tersebut, menegaskan pentingnya menyamakan persepsi terkait program ini di kalangan seluruh elemen masyarakat. Ia juga ingin memastikan komitmen satuan pendidikan dalam menjalankan program pengelolaan sampah berbasis sumber yang telah diinisiasi pemerintah daerah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, pada Kamis (5/3), yang meminta Pemkot Denpasar untuk segera mempertajam langkah konkret pengelolaan sampah.
Jaya Negara mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan hal yang sangat penting dan mendesak untuk segera diimplementasikan secara masif. Prioritas utama adalah mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis sumber mulai dari lingkup rumah tangga hingga di lingkungan sekolah. Pemkot Denpasar telah melaksanakan sosialisasi secara intensif kepada seluruh elemen masyarakat dan juga membagikan komposter sebagai alat pendukung program ini.
Optimalisasi Pengelolaan Sampah Melalui Instruksi Wali Kota
Peran serta satuan pendidikan terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber ini telah diperkuat melalui Instruksi Wali Kota Denpasar Nomor 100.3.4.3/1/HK Tahun 2025. Instruksi ini secara spesifik mengatur berbagai aspek penting dalam optimalisasi pengelolaan sampah di Denpasar.
Beberapa poin utama dalam instruksi tersebut meliputi kewajiban pemilahan sampah di sumbernya, pengumpulan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis, serta pengolahan sampah organik. Selain itu, instruksi ini juga menekankan pentingnya mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, terutama yang berbahan plastik, guna meminimalisir timbulan sampah.
Instruksi Wali Kota juga mendorong peran serta aktif dari satuan pendidikan dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam program ini. Hal ini mencakup pengembangan program sekolah peduli lingkungan, penerapan pemilahan sampah di lingkungan sekolah, dan pembentukan kebiasaan positif siswa dalam mengelola sampah. Melalui pendekatan komprehensif ini, diharapkan kesadaran dan praktik pengelolaan sampah dapat tertanam sejak dini.
Peran Aktif Satuan Pendidikan dan Rencana Kompetisi
Wali Kota Jaya Negara secara khusus memohon dukungan penuh dari seluruh satuan pendidikan di Kota Denpasar untuk menyukseskan program pengelolaan sampah berbasis sumber. Beliau meyakini bahwa jika gerakan ini dilakukan secara serentak oleh seluruh lapisan dan elemen masyarakat, penanganan sampah di Kota Denpasar pasti akan terealisasi dengan baik.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menjelaskan bahwa sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan dukungan kepada satuan pendidikan. Sosialisasi ini diharapkan dapat membekali sekolah dengan pengetahuan dan semangat untuk menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah.
Sekda Eddy Mulya menambahkan bahwa Pemkot Denpasar akan menggagas sistem kompetisi sekolah percontohan pengelolaan sampah berbasis sumber. Kompetisi ini rencananya akan digodok dan diluncurkan serangkaian dengan peringatan Hari Guru yang jatuh pada bulan November mendatang. Inisiatif ini diharapkan dapat memacu kreativitas dan inovasi sekolah dalam mengelola sampah.
Menanggapi inisiatif pemerintah kota, Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program pengelolaan sampah berbasis sumber ini. Beliau menegaskan bahwa PGRI Kota Denpasar akan segera menindaklanjuti dengan mengintensifkan sosialisasi program ini di seluruh anggotanya.
Sumber: AntaraNews