Pemberdayaan Perempuan Denpasar: Pelatihan Tata Rias Tingkatkan Kemandirian Ekonomi
Pemerintah Kota Denpasar melalui Forum PUSPA gencar melakukan Pemberdayaan Perempuan Denpasar dengan pelatihan tata rias dan sanggul, membuka peluang kemandirian ekonomi serta kesejahteraan keluarga.
Pemerintah Kota Denpasar terus menunjukkan komitmennya dalam upaya Pemberdayaan Perempuan Denpasar melalui berbagai program inovatif. Salah satu inisiatif terbaru adalah penyelenggaraan pelatihan sanggul dan tata rias yang berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Denpasar.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali kaum perempuan dengan keterampilan praktis, sehingga mereka memiliki bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para peserta untuk berkontribusi pada kesejahteraan keluarga.
Inisiatif strategis ini merupakan hasil kolaborasi berharga antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Forum PUSPA Provinsi Bali. Pelatihan telah dilaksanakan di dua lokasi berbeda di Denpasar, yaitu Kelurahan Sanur dan Desa Penatih Dangin Puri, menjangkau lebih banyak perempuan yang membutuhkan.
Kolaborasi Strategis untuk Kesejahteraan Perempuan
Ketua Forum PUSPA Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, menyampaikan rasa syukurnya atas keberlanjutan kegiatan pelatihan ini. Ini merupakan kali kedua Denpasar menjadi lokasi pelaksanaan program serupa, menunjukkan antusiasme dan kebutuhan masyarakat akan peningkatan keterampilan.
Kolaborasi antara Pemkot Denpasar dan Forum PUSPA Provinsi Bali sangat berharga dalam mendorong pemberdayaan perempuan di masyarakat. Fokus pelatihan di Desa Penatih Dangin Puri didasari oleh potensi dan semangat belajar kaum perempuan setempat.
Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari pelatihan tata rias ini tidak hanya menambah pengetahuan baru, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kemandirian ekonomi. Hal ini pada gilirannya akan berdampak positif pada kesejahteraan keluarga para peserta.
Ni Nyoman Cahaya Wati, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Hak Perempuan pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, menegaskan pentingnya kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini adalah bentuk sinergi dalam pemberdayaan perempuan, khususnya bagi mereka yang rentan secara ekonomi.
Menggali Potensi dan Meningkatkan Kemandirian
Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan perempuan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan perempuan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Pada tahun 2026 ini, Kota Denpasar telah menyelenggarakan dua kali pelatihan serupa. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan di Kelurahan Sanur bulan lalu, dan 20 peserta lainnya berpartisipasi di Desa Penatih Dangin Puri.
Secara keseluruhan, target peserta dari kegiatan Pemberdayaan Perempuan Denpasar ini adalah 40 orang di masing-masing kabupaten/kota. Hal ini menunjukkan skala dan ambisi program untuk menjangkau lebih banyak perempuan di seluruh Bali.
Wati menambahkan, keterampilan menata sanggul dan tata rias memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan adat di Bali. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya memberdayakan secara ekonomi, tetapi juga secara budaya.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, Forum PUSPA, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak perempuan yang memiliki keterampilan. Ini akan memungkinkan mereka untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Sumber: AntaraNews