Puluhan warga di Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, baru-baru ini berpartisipasi dalam sebuah program pelatihan yang berfokus pada keterampilan merangkai bunga. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta. Pelatihan ini berlangsung di Jakarta pada Selasa (10/12) dan berhasil menarik minat banyak peserta.
Sebanyak 60 warga, khususnya perempuan, menjadi peserta dalam Pelatihan Merangkai Bunga Tahap III ini. Inisiatif tersebut dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis yang tidak hanya bernilai estetika tetapi juga memiliki potensi ekonomi. Program ini diharapkan dapat menjadi pendorong kemandirian dan produktivitas bagi warga Jakarta.
Wakil Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Dewi Indriati Rano Karno, menegaskan bahwa pelatihan ini adalah wujud nyata pemberdayaan. Tujuannya adalah membangun Jakarta yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya melalui peningkatan kapasitas individu. Program ini sendiri telah berjalan sejak September dan dijadwalkan berakhir pada Desember 2025.
Advertisement
Advertisement
Mengembangkan Potensi Diri dan Peluang Ekonomi Melalui Keterampilan Merangkai Bunga
Dewi Indriati Rano Karno menyoroti pentingnya program pemberdayaan seperti Pelatihan Merangkai Bunga ini. Menurutnya, kegiatan ini membuka ruang bagi tumbuhnya kepercayaan diri serta kemandirian di kalangan peserta. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi mereka.
Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa merangkai bunga bukan sekadar aktivitas estetika semata. Proses ini juga melatih ketelitian, kesabaran, dan kepekaan terhadap detail. Keterampilan ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi usaha kreatif yang menjanjikan di masa depan.
"Diharapkan para peserta dapat terus berlatih, mengikuti perkembangan tren, dan berani berinovasi agar keterampilan ini dapat berkembang mengikuti zaman," ujar Dewi. Dorongan ini penting agar para peserta dapat beradaptasi dengan pasar dan menciptakan produk yang relevan. Keahlian dalam merangkai bunga ini dapat menjadi modal berharga.
Advertisement
Program pelatihan merangkai bunga ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Peserta diajak untuk tidak hanya menguasai teknik dasar, tetapi juga mengembangkan kreativitas. Dengan demikian, mereka dapat menciptakan berbagai jenis rangkaian bunga yang menarik dan memiliki nilai jual tinggi.
Advertisement
Antusiasme Warga dan Harapan Keberlanjutan Program Pemberdayaan
Antusiasme warga terhadap Pelatihan Merangkai Bunga ini sangat tinggi, terbukti dari jumlah peserta yang mencapai 60 orang. Camat Grogol Petamburan, Reditian Ramajaya, memberikan apresiasi terhadap hasil karya para peserta. Ia menilai bahwa rangkaian bunga yang dihasilkan memiliki nilai estetika tinggi dan sangat kreatif.
Karya-karya peserta pelatihan bahkan telah dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan merangkai bunga yang diajarkan memiliki aplikasi praktis. Penggunaan hasil karya ini juga menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk terus berkarya.
"Harapan warga, program ini tidak berhenti di 'batch' tiga. Targetnya bisa sampai gelombang kesepuluh karena manfaatnya luar biasa," kata Reditian. Permintaan untuk melanjutkan program ini menunjukkan betapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Keberlanjutan program pelatihan merangkai bunga sangat diharapkan.
Advertisement
Melihat dampak positif dan respons masyarakat, pemerintah daerah diharapkan dapat terus mendukung inisiatif serupa. Program pemberdayaan seperti ini krusial untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Dengan dukungan berkelanjutan, lebih banyak warga dapat merasakan manfaat dari pelatihan keterampilan.
Sumber: AntaraNews