Lestari Moerdijat: Keterampilan Masyarakat Kunci Penentu Masa Depan Bangsa
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa peningkatan keterampilan masyarakat adalah fondasi utama dalam menentukan masa depan bangsa, bukan hanya sekadar urusan teknis.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa upaya meningkatkan keterampilan masyarakat merupakan langkah krusial dalam menentukan arah masa depan bangsa. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri sebuah pelatihan tata rias yang berlangsung di Jepara, Jawa Tengah, pada Sabtu, 2 Mei.
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan dalam rangka sosialisasi empat pilar kebangsaan ini, menurut Lestari, bukan hanya sekadar pembelajaran teknis. Lebih dari itu, pelatihan ini bertujuan untuk menanamkan semangat membangun kepercayaan diri dan martabat peserta.
Ia menekankan bahwa setiap upaya untuk meningkatkan kapabilitas individu secara langsung berkontribusi pada penguatan ketahanan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip utama berbangsa dan bernegara yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterampilan dan Semangat Kebangsaan
Lestari Moerdijat menyoroti bahwa proses belajar merias wajah memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar estetika. “Hari ini, kita tidak sedang sekadar belajar merias wajah. Kita sedang merias masa depan kita,” ujarnya, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan praktis sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Dengan demikian, individu diharapkan mampu menciptakan peluang kerja dan meningkatkan taraf hidup mereka secara mandiri.
Peningkatan keterampilan masyarakat seperti ini menjadi sangat relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Ini juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing bangsa di berbagai sektor.
Implementasi Empat Pilar dalam Profesi
Empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan hanya sekadar hafalan atau urusan politik. Lestari menegaskan bahwa nilai-nilai ini harus diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam profesi.
Sebagai contoh, implementasi Pancasila dalam profesi juru rias dapat diwujudkan melalui niat baik serta menjalankan profesi dengan jujur. Hal ini mencerminkan nilai-nilai ketuhanan yang menjadi dasar Pancasila.
Selain itu, menghargai keberagaman klien tanpa membedakan suku, agama, atau kelas sosial juga merupakan bentuk pengamalan nilai kemanusiaan dan persatuan. Sikap ini selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjunjung tinggi toleransi.
Peran Lembaga Pelatihan dan Hari Pendidikan Nasional
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Forum Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Kabupaten Jepara ini merupakan wujud nyata dari implementasi amanat konstitusi. Negara wajib menjamin hak setiap warganya untuk memperoleh pendidikan, bekerja, dan hidup layak.
Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei, Lestari Moerdijat menggarisbawahi pentingnya peran LKP. Lembaga-lembaga ini mencerminkan upaya penguatan partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua lapisan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa pembangunan sebuah bangsa yang besar tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual semata. “Bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh orang-orang pintar, tetapi oleh mereka yang bekerja dengan nilai,” pungkasnya.
Oleh karena itu, peningkatan keterampilan masyarakat melalui pendidikan non-formal seperti yang dilakukan LKP menjadi esensial. Ini memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dengan berlandaskan nilai-nilai luhur.
Sumber: AntaraNews