Pemkot Denpasar Genjot Percepatan Penurunan Stunting, Fokus Kualitas SDM Unggul

Pemerintah Kota Denpasar serius menggenjot percepatan penurunan stunting, menyadari dampaknya pada kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Upaya ini melibatkan berbagai strategi konvergensi yang terarah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Denpasar Genjot Percepatan Penurunan Stunting, Fokus Kualitas SDM Unggul
Pemerintah Kota Denpasar serius menggenjot percepatan penurunan stunting, menyadari dampaknya pada kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Upaya ini melibatkan berbagai strategi konvergensi yang terarah. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Denpasar, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Denpasar, secara aktif menggenjot aksi percepatan penurunan angka stunting. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen daerah untuk memastikan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan bahwa stunting bukan hanya isu kesehatan semata, melainkan persoalan krusial yang menyangkut kualitas SDM dan masa depan Denpasar.

Pernyataan tersebut disampaikan Arya Wibawa saat membuka pra-musrenbang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kota Denpasar Tahun 2026 yang digelar di Denpasar baru-baru ini. Acara ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan berbagai program dan kegiatan lintas sektor. Diskusi ini bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis yang lebih efektif dalam menanggulangi stunting di wilayah Denpasar.

Arya Wibawa menjelaskan bahwa stunting memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap tumbuh kembang anak, kemampuan kognitif, produktivitas, hingga daya saing bangsa. Oleh karena itu, penurunan stunting menjadi bagian integral dari visi pembangunan Kota Denpasar, yakni “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan Berlandaskan Nilai-Nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan secara berkeadilan.

Stunting membawa konsekuensi serius bagi individu dan pembangunan suatu daerah. Dampak jangka panjangnya meliputi terhambatnya tumbuh kembang anak, penurunan kemampuan kognitif, serta berujung pada produktivitas yang rendah dan daya saing bangsa yang melemah. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi penopang kemajuan daerah di masa mendatang.

Dalam beberapa tahun terakhir, angka prevalensi stunting di Kota Denpasar menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2024, prevalensi stunting tercatat sebesar 10,8 persen. Namun, angka tersebut menunjukkan penurunan menjadi 10,4 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024.

Meskipun terjadi penurunan, capaian ini belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi Pemerintah Kota Denpasar. Tantangan masih dihadapi pada beberapa indikator layanan, khususnya intervensi yang menyasar remaja putri, pasangan calon pengantin, pencegahan anemia, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta layanan spesifik bagi baduta dan balita.

Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar telah diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 69 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Regulasi ini terintegrasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan selaras dengan tema pembangunan Kota Denpasar Tahun 2027, yaitu “Peningkatan Kualitas Daya Saing SDM serta Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Budaya melalui Transformasi Digital Menuju Denpasar Maju”.

Pemerintah Kota Denpasar telah merumuskan lima strategi utama yang akan diperkuat ke depan. Strategi pertama adalah penguatan intervensi promotif dan preventif, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode krusial bagi tumbuh kembang anak. Kedua, peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan kesehatan dasar di puskesmas dan jaringannya, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader pendamping keluarga.

Ketiga, penguatan konvergensi lintas sektor melalui aksi konvergensi yang mencakup analisis situasi berbasis data, penguatan perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. Keempat, penguatan perencanaan dan penganggaran melalui penandaan program dan kegiatan stunting. Kelima, peningkatan kemitraan dengan dunia usaha, akademisi, desa adat, serta partisipasi masyarakat secara luas.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menekankan pentingnya peran kecamatan, desa, dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam memastikan layanan benar-benar menjangkau sasaran. Konvergensi upaya penurunan stunting harus nyata di lapangan, bukan hanya sekadar tertuang dalam dokumen perencanaan. Kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan.

Melalui pra-musrenbang ini, diharapkan konvergensi percepatan penurunan stunting dapat terimplementasi secara efektif di lapangan. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan generasi Denpasar yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, sangat dibutuhkan untuk mencapai target penurunan stunting.

Dengan strategi yang terarah dan implementasi yang kuat, Pemerintah Kota Denpasar optimis dapat terus menurunkan angka stunting. Upaya ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, yang pada akhirnya akan mendorong kemajuan dan kesejahteraan Kota Denpasar secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi