Fakta Unik: Angka Pengangguran Jakarta Naik, Pramono Anung Dorong Warga Jadi Pekerja Migran Jakarta
Angka pengangguran di ibu kota masih jadi tantangan. Gubernur Pramono Anung punya solusi tak terduga: dorong warga jadi Pekerja Migran Jakarta. Bagaimana strategi ini akan menekan angka pengangguran?
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini mengemukakan strategi inovatif untuk mengatasi tantangan pengangguran di ibu kota. Ia secara serius mendorong warga Jakarta yang belum memiliki pekerjaan untuk mempertimbangkan karier sebagai pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Langkah ini bukan tanpa dukungan; Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh dengan menyediakan berbagai fasilitas. Salah satunya adalah pelatihan bahasa asing yang esensial untuk mempersiapkan calon pekerja migran Jakarta.
Selain itu, upaya lain yang digalakkan adalah penyelenggaraan bursa kerja atau job fair secara berkala. Inisiatif ini bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan berbagai peluang lowongan yang tersedia, baik di dalam maupun luar negeri.
Strategi Pemprov DKI Atasi Pengangguran
Pramono Anung menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi warga yang ingin menjadi pekerja migran. Ia secara spesifik mendorong pembelajaran bahasa Jepang, Korea, Mandarin, dan Arab, sebagai bekal utama untuk bekerja di berbagai negara.
Dukungan Pemprov DKI juga terlihat dari target penyelenggaraan 21 kali job fair sepanjang tahun ini di Jakarta. Hingga saat ini, 13 job fair telah berhasil dilaksanakan, menunjukkan komitmen Pemprov dalam memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan pemberi kerja.
Evaluasi terhadap job fair yang telah digelar menunjukkan hasil positif. Kegiatan tersebut dinilai efektif dalam menyerap tenaga kerja yang dibutuhkan oleh sejumlah perusahaan partisipan, membuktikan efektivitas pendekatan ini.
Dinamika Ketenagakerjaan Jakarta Terkini
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis data terbaru mengenai keadaan ketenagakerjaan di ibu kota. Pada Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Jakarta mencapai 5,47 juta orang, naik signifikan sebesar 41,62 ribu orang dibandingkan Februari 2024.
Dari total tersebut, penduduk yang bekerja pada Februari 2025 tercatat sebanyak 5,14 juta orang, mengalami peningkatan 30,82 ribu orang dari tahun sebelumnya. Lapangan usaha Aktivitas Jasa Lainnya menjadi sektor dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar.
Meskipun demikian, terdapat pergeseran dalam struktur pekerjaan; sekitar 3,19 juta orang (62,05 persen) bekerja di sektor formal, angka ini turun 1,89 persen poin dari Februari 2024. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta pada Februari 2025 mencapai 6,18 persen, naik 0,15 persen poin dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sumber: AntaraNews