Fakta Miris Buruknya Penanganan Sampah di Kupang, Sampai Dimakan Sapi dan Kambing
Tempat sampah yang telah disediakan pun seperti tidak dimanfaatkan, karena terlihat tidak begitu penuh.
Tumpukan sampah yang didominasi plastik dan sampah rumah tangga berserakan di sekitaran pasar tradisional Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tumpukan sampah yang awalnya telah diisi ke dalam karung maupun kantung plastik tercecer ke sebagian badan jalan. Tempat sampah yang telah disediakan pun seperti tidak dimanfaatkan, karena terlihat tidak begitu penuh.
Kondisi ini makin memprihatinkan karena sampah yang berserakan tersebut malah jadi makanan ternak sapi dan kambing yang berkeliaran bebas di sekitar pasar tradisional Oesapa. Tampak beberapa ekor sapi dan kambing berebutan memakan sampah yang tercecer.
Sepekan Tak Diangkut
Seorang warga Oesapa bernama Alex mengatakan, sudah lebih dari satu minggu sampah-sampah itu menumpuk dan berserakan di jalan. Hingga kini dinas terkait belum membawa mobil sampah untuk mengangkut sampah-sampah tersebut.
"Sudah satu minggu lebih orang datang buang sampah dari semua arah, apalagi ini di pasar jadi semua tempat datang buang sampah di sini. Sampah rumah tangga dan sampah dari pasar semua buang di sini," katanya, Senin (3/2).
Alex berharap pemerintah Kota Kupang lebih banyak menyediakan tempat pembuangan sampah. Sehingga tidak terjadi penumpukan hingga berminggu-minggu, karena bisa mendatangkan berbagai penyakit.
"Semoga pemerintah cepat atasi sampah-sampah ini apalagi musim hujan. Kan bisa datangkan berbagai jenis penyakit jika terus dibiark seperti ini," tutupnya.