Masyarakat di Kabupaten Tangerang Kerap Buang Sampah Sembarangan, TPS Liar Menjamur Tanpa Perhatian
Warga berharap ada perhatian khusus pemerintah setempat untuk membersihkan sampah dari pelaku pembuang sampah sembarangan.
Aroma busuk menyengat dari tumpukan sampah di ruas jalan raya Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang membuat masyarakat geram. Warga berharap ada perhatian khusus pemerintah setempat untuk membersihkan sampah dari pelaku pembuang sampah sembarangan.
"Memang selalu menumpuk begini. Ini jelas bukan TPS atau tempat penampungan sampah sementara," kata Rizaldi warga Tangerang ditemui Jumat (11/4).
Dia menyebutkan jika tumpukan sampah yang dibalut dalam kantung plastik besar merupakan sampah-sampah domestik yang dihasilkan para rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Menurut Rizaldi, pelaku pembuang sampah bukan warga setempat.
"Yang buang sampah di sini sepertinya dari luar kampung, karena ini jalan perlintasan yang menghubungkan Kosambi dan Bandara. Atau ada juga warga sini, mungkin saja," kata dia.
Kesaksian Warga
Sementara pantauan di Jalan Raya Belimbing, Kecamatan Kosambi terdapat beberapa area lahan kosong yang dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah liar. Salah satunya di Jalan Raya Belimbing, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Meski di lokasi terdapat dua papan bertuliskan larangan buang sampah, nyatanya masih nekat membuang sampah sembarangan.
Dalam papan larangan itu, tertulis jelas logo Pemerintah Kabupaten Tangerang dan tulisan ‘PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG’ bewarna hitam dengan tulisan ‘DILARANG’ dengan warna merah yang dibawahnya tertulis ‘membuang sampah di Sepanjang Kawasan Ini’ Perda Kabupaten Tangerang nomor 6 tahun 2012.
Selain itu, keberadaan TPS liar itupun hanya berjarak sekitar 15 meter dari dari Kantor Desa Belimbing dan fasilitas sarana pendidikan negeri di Desa Belimbing.
“Miris memang, pastinya mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan dan pelajar serta guru-guru yang melakukan aktivitas belajar di sskolah. Terkesan memang dicuekin sama aparat Desa, mungkin aparat desa juga sudah lelah,” jelas Nani (nama samaran), warga setempat.