Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah resmi ditunjuk sebagai mitra strategis pemerintah Indonesia. Penunjukan ini bertujuan utama untuk mengentaskan masalah gizi di tanah air, khususnya melalui pendirian Pusat Unggulan Pemenuhan Pangan dan Gizi (CoE-PPG) di Kupang. Inisiatif penting ini menandai langkah maju dalam upaya nasional mengatasi tantangan gizi.
Chief UNICEF Indonesia, Mamadou Ndiaye, menyatakan bahwa Undana merupakan perguruan tinggi keempat yang terlibat dalam program strategis ini. Sebelumnya, IPB University, Universitas Cenderawasih, dan Universitas Brawijaya telah lebih dulu bergabung dalam inisiatif serupa. Keterlibatan Undana sangat krusial mengingat karakteristik wilayah NTT yang memiliki tantangan serius terkait pangan lahan kering.
CoE-PPG di Undana akan mengintegrasikan empat fokus utama yang komprehensif. Fokus tersebut meliputi pengajaran dan pelatihan, penelitian dan inovasi, pengelolaan pengetahuan, serta pendekatan sistem terpadu. Kehadiran pusat ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam berbagai program gizi nasional.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis CoE-PPG Undana dalam Program Gizi Nasional
Pusat Unggulan Pemenuhan Pangan dan Gizi (CoE-PPG) di Undana diproyeksikan menjadi pendorong utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Peran ini akan diwujudkan melalui penyediaan riset mendalam, advokasi kebijakan yang berbasis bukti kuat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Fokus utama adalah wilayah timur Indonesia, yang seringkali menghadapi kendala akses dan ketersediaan pangan.
Keterlibatan Undana sebagai mitra strategis sangat relevan karena kondisi geografis dan agroklimat NTT. Wilayah ini dikenal dengan tantangan pangan lahan kering yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Dengan demikian, CoE-PPG Undana diharapkan mampu mengembangkan model penanganan gizi yang adaptif dan efektif untuk kondisi serupa di daerah lain.
Prof. Annytha I. R. Detha, Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengoptimalkan fasilitas yang ada. Fasilitas seperti teaching factory serta kepakaran lintas fakultas akan dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini menunjukkan kesiapan Undana dalam mendukung penuh program pengentasan gizi.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Sektor dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Undana akan melibatkan berbagai fakultas untuk memperkuat rantai pasok pangan dan pendampingan gizi keluarga. Selain sektor kesehatan, Fakultas Pertanian, Peternakan, serta Ekonomi dan Bisnis akan disiapkan untuk mendukung inisiatif ini. Bahkan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melalui Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan dilibatkan untuk pendampingan gizi keluarga.
Kepala LP2M Undana, Prof. Yoseph Seran Mau, menambahkan bahwa Undana siap melakukan pendampingan pengolahan pangan. Pendampingan ini akan berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal, seperti hasil ternak dan perikanan, untuk diolah menjadi produk berstandar gizi. Pada tahun ini, Undana menargetkan pengabdian masyarakat di delapan kabupaten guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pakar Ekonomi Pertanian Undana, Prof. D Roy Nendissa, menekankan pentingnya mengarahkan CoE-PPG sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi daerah. Ini dapat dicapai melalui penguatan rantai pasok pangan lokal yang melibatkan masyarakat NTT sebagai pemasok utama bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan UMKM sangat krusial agar kebutuhan bahan baku program MBG tidak bergantung dari luar daerah.
Advertisement
Advertisement
Dampak dan Harapan untuk Masa Depan NTT
Melalui sinergi lintas sektor yang kuat, CoE-PPG di Undana diharapkan menjadi katalisator utama dalam percepatan penurunan stunting. Penurunan stunting merupakan prioritas nasional untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif. Keberadaan pusat ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap tujuan tersebut.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong terwujudnya generasi yang lebih sehat dan produktif di Nusa Tenggara Timur. Dengan fokus pada pemenuhan pangan dan gizi, Undana berperan aktif dalam membangun fondasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam program strategis pemerintah menunjukkan komitmen bersama untuk mengatasi masalah gizi. Pendekatan holistik yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan. Undana Pengentasan Gizi menjadi contoh nyata kolaborasi efektif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews