Fakta Menarik: Jakarta Peringkat ke-71 Kota Global Dunia, PA GMNI Kawal Pembangunan Berkeadilan Sosial
DPD PA GMNI Jakarta Raya berkomitmen mengawal pembangunan Jakarta menuju Jakarta Kota Global yang berkeadilan sosial, memastikan sinergi pemerintah dan masyarakat.
DPD Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Raya menyatakan komitmennya dalam mengawal pembangunan Jakarta. Komitmen ini bertujuan agar ibu kota tetap berpijak pada nilai-nilai keadilan sosial dan nasionalisme, sehingga visi Jakarta Kota Global dapat terwujud.
Ketua DPD PA GMNI Jakarta Raya, Ario Sanjaya, di Jakarta, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kalangan alumni GMNI. Sinergi ini krusial dalam merumuskan arah kebijakan Jakarta ke depan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Ario menyatakan bahwa pihaknya akan merumuskan berbagai kebijakan terkait Jakarta. Ini bukan tugas ringan yang bisa diemban sendiri oleh Gubernur, sehingga DPD PA GMNI Jakarta Raya siap memberikan sumbangsih pemikiran dan aksi nyata.
Sinergi dan Rekomendasi Kebijakan untuk Jakarta Kota Global
Berkaitan dengan komitmen tersebut, DPD PA GMNI Jakarta Raya telah mengadakan Diskusi Publik Sesi II. Diskusi ini mengusung tema “Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel dan Transparan Menuju Jakarta Kota Global-Berkeadilan Sosial”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Konferensi Daerah (Konferda) V DPD PA GMNI Jakarta Raya.
Ario Sanjaya menjelaskan bahwa hasil dari rangkaian diskusi ini akan dibukukan secara sistematis. Buku tersebut kemudian akan diserahkan sebagai rekomendasi konkret kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Kita akan bukukan hasil diskusi ini dan berikan rekomendasi kepada gubernur. Jakarta harus menjadi kota global yang berkeadaban, memiliki karakter nasionalisme, dan berpihak pada rakyat," ujar Ario.
Langkah ini menunjukkan upaya serius PA GMNI dalam memberikan masukan konstruktif. Mereka berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan rakyat dan menjaga identitas nasional.
Dukungan dan Harapan Menuju Jakarta Berkeadilan Sosial
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP PA GMNI, Retnowati, memberikan apresiasi tinggi kepada DPD PA GMNI Jakarta Raya. Apresiasi ini diberikan atas inisiatif mereka dalam menggagas rangkaian diskusi publik menuju konferensi daerah tersebut.
Retnowati berharap bahwa hasil dari diskusi-diskusi ini dapat menjadi referensi yang konkret. Referensi tersebut diharapkan berguna bagi para pengambil kebijakan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Harapannya, rangkaian diskusi menuju konferda ini bisa melahirkan butir-butir pemikiran yang dapat digunakan gubernur, dan menjadi bahan bagi para pemangku kebijakan dalam membangun Jakarta yang berkeadilan sosial," tutur Retnowati.
Sementara itu, Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2016-2017, Soni Sumarsono, menyoroti status Jakarta. Beliau menjelaskan bahwa Jakarta telah masuk kategori kota global dengan peringkat ke-71 dari 158 kota di dunia. Namun, Soni menegaskan pentingnya keadilan sosial bagi seluruh warga sebagai prasyarat utama.
PA GMNI sebagai Mitra Kritis Pembangunan Jakarta
Soni Sumarsono menekankan bahwa kota global yang berkeadilan sosial tidak hanya berperan dalam ekonomi dan politik dunia. Namun, kota tersebut juga harus memastikan keadilan sosial bagi seluruh warganya secara merata. "Kalau bikin kota global saja mudah, tapi yang berkeadilan sosial itu perlu muatan ideologis," ungkap Soni.
Dia juga mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mempercepat pembangunan transportasi yang terintegrasi. Selain itu, digitalisasi pelayanan publik juga menjadi poin positif yang disorot. Soni menegaskan bahwa PA GMNI memiliki peran penting sebagai mitra kritis pemerintah.
Peran ini krusial dalam mengawal setiap kebijakan dan pembangunan yang dilakukan. "PA GMNI harus menjadi pejuang pemikir dan pemikir pejuang yang mengawal Jakarta sebagai kota global yang berkeadilan sosial," tegas Soni. Komitmen ini menegaskan bahwa pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan sosial yang inklusif.
Sumber: AntaraNews