Fakta Baru Mahasiswi UNS Bunuh Diri, Raih IPK 3,8 dan akan Wisuda
Devita dinyatakan meninggal dunia usai tim SAR gabungan menemukan jenazahnya di sekitar jembatan ring road utara Solo, Rabu (2/7) siang.
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan tetap mengikutkan nama Devita Sari Anugraheni dalam daftar wisuda. Mahasiswi Program Studi K3 UNS angkatan 2021 tersebut bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan Jurug, Sungai Bengawan Solo, Selasa (1/7).
Devita dinyatakan meninggal dunia usai tim SAR gabungan menemukan jenazahnya di sekitar jembatan ring road utara Solo, Rabu (2/7) siang.
Sekretaris Universitas atau Juru Bicara UNS Agus Riwanto mengatakan mendiang Devita telah memenuhi syarat untuk wisuda. Selain telah menyelesaikan skripsi, almarhumah juga merupakan mahasiswi yang berprestasi di kampus.
"Yang bersangkutan ini kan sudah menyelesaikan skripsi ya, dan tinggal mengurus wisuda. Kami sedang mengusulkan supaya yang bersangkutan bisa ikut wisuda," ujar Agus saat ditemui di Posko Jurug.
Nanti, lanjut Agus, segala aspek akan segera dilengkapi. Untuk wisuda sendiri, bisa diwakilkan ke keluarga.
"Itu bagian dari penghargaan dari UNS dan rasa simpati UNS. Karena yang bersangkutan ini secara akademik merupakan mahasiswa yang cukup berprestasi. IP-nya 3,8 dan merupakan mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Mungkin di akhir Juni ini Insya Allah kita ikutkan wisuda, kalau enggak Agustus awal," ungkapnya.
UNS ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Devita dengan cara bunuh diri. Pihaknya memastikan bahwa gadis kelahiran Temanggung tersebut meninggal bukan karena dalam situasi proses belajar mengajar.
"Tapi karena memang ada kelainan jiwa berdasarkan pemeriksaan pskiater dan juga dari rumah sakit jiwa. Dan juga keterangan dari Prodi dan juga Dekan dari Fakultas Vokasi," jelasnya.