Kronologi Lengkap Insiden Mahasiswi UIN Surakarta yang Jatuh dari Gedung Kampus
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UIN Surakarta, Abdul Faishol mengatakan bahwa mahasiswi tersebut terjatuh dari rooftop Gedung.
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar konferensi pers pada Jumat (17/10), menyikapi insiden tragis yang menimpa salah satu mahasiswinya berinisial HPN. Mahasiswi tersebut diketahui terjatuh dari lantai 4 salah satu gedung di area kampus dan dinyatakan meninggal dunia.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UIN Surakarta, Abdul Faishol mengatakan bahwa mahasiswi tersebut terjatuh dari rooftop Gedung Laboratorium. Faishol pun menyampaikan beberapa hal terkait kronologi dan kondisi korban.
Pihaknya mendapatkan informasi seorang mahasiswi ditemukan tidak sadarkan diri di belakang Gedung Laboratorium UIN Raden Mas Said Surakarta di Kampus 1 Jalan Pandawa, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.
"Kami telah memberikan penanganan medis dengan menyediakan ambulans untuk membawa mahasiswi yang bersangkutan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit UNS. Kami juga telah melakukan doa bersama untuk kesembuhan bagi mahasiswi yang bersangkutan," ujar Faishol.
Dikatakannya, pihak UIN Raden Mas Said Surakarta turut prihatin dengan apa yang menimpa mahasiswi yang bersangkutan dan telah melakukan qunud nazilah saat salat Jumat berjamaah di Masjid Ibadurrahman sebelum mahasiswi yang bersangkutan diinformasikan wafat. Pihaknya juga akan melaksanakan Dzikir Yasin dan Tahlil untuk almarhumah.
Terkait kondisi mahasiswi, Faishol mengatakan jika yang bersangkutan telah menjalani pengobatan, perawatan psikologis, dan penanganan psikiater professional dalam beberapa tahun terakhir sampai dengan sebelum peristiwa terjadi.
"Mahasiswi yang bersangkutan diduga telah melakukan percobaan menyakiti diri sendiri di rumah saat berada dalam pengawasan keluarga," ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, almarhumah juga mendapatkan pendampingan khusus dari pihak kampus lewat Pusat Studi dan Layanan Psikologi Taqwiya selama proses belajar.
"Sebenarnya pihak fakultas telah memberikan saran kepada mahasiswi untuk mengambil cuti dan libur selama dua minggu. Namun, karena keinginan mahasiswi tersebut untuk segera menyelesaikan studi, ia kembali datang ke kampus pada Jumat, 17 Oktober 2025 atau saat peristiwa terjadi," katanya.
Lanjut Faishol, mahasiswi yang bersangkutan selama ini selalu didampingi oleh pihak keluarga ketika menjalani proses belajar di UIN Raden Mas Said Surakarta. Namun tanpa sengaja terlepas dari pengawasan keluarga ketika insiden terjadi.
Faishol memastikan, berdasarkan hasil penelaahan lebih lanjut, keputusan mahasiswi tersebut untuk menyakiti dirinya sendiri tidak memiliki kaitan langsung maupun tidak langsung dengan situasi belajar, interaksi sosial, maupun dinamika pergaulan di lingkungan akademik kampus.
"Kami mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk menghormati privasi keluarga almarhumah, serta menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama tentang pentingnya perhatian, empati, dan dukungan terhadap kesehatan mental di lingkungan pendidikan tinggi," ujarnya.
Seorang mahasiswi berinisial HPN (sebelumnya APN) nekat melompat dari lantai 4, gedung kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Jumat (17/10). HPN merupakan warga Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kapolsek Kartasura, Polres Sukoharjo AKP Tugiyo, membenarkan adanya kejadian tersebut. APN melakukan aksi nekatnya sekitar pukul 10.00 WIB saat kondisi kampus sepi.
"Iya benar, ada mahasiswi melompat dari dari lantai 4 gedung kampus. Kejadiannya sekita pukul 10.00; kondosinya sepi," ujar Kapolsek saat dihubungi.
Dikatakan Kapolsek, berdasarkan keterangan saksi, korban memiliki penyakit bipolar, kecemasan. Pada kesempatan sebelumnya, korban juga melakukan percobaan bunuh diri dengan cara yang sama.
"Dia sebelumnya itu juga sudah mau loncat dari gedung. Karena ketahuan temannya akhirn
Lanjut Tugiyo, setelah melompat dari atas, tubuh korban sempat menimpa sebuah mobil yang sedang diparkir. Kemudian terpental jatuh ke bawah dan langsung ditolong oleh tim dari kampus UIN dan dibawa ke Rumah Sakit UNS (Universitas Sebelas Maret).
"Waktu terjatuh itu kondisinya masih hidup. Saat dibawa ke Rumah Sakit juga masih hidup, masih dipacu. Setelah seperempat jam sampai 30 menit, saya dapat kabar meninggal dunia," ungkapnya.
Pihaknya pun, lanjut Tugiyo, segera menemui keluarga ke rumah sakit. Petugas juga melakukan olah TKP di UIN bersama Kabareskrim.