Duka Mendalam: Setelah 12 Hari, 2 Korban Longsor Tambang Freeport di Mimika Ditemukan
Pemerintah Kabupaten Mimika turut berduka atas ditemukannya dua korban longsor tambang Freeport di area Grasberg Block Cave. Pencarian masih berlanjut untuk lima pekerja lainnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden longsor material basah di tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia. Dua pekerja PT Cita Contract, Wigih Hartono dan Irawan, ditemukan meninggal dunia setelah terjebak dalam musibah tersebut.
Kedua jenazah berhasil dievakuasi pada Sabtu (20/9) pagi, menyusul insiden yang terjadi sejak Senin (8/9) malam di area Grasberg Block Cave Tembagapura. Musibah ini membawa kesedihan mendalam bagi keluarga besar PT Freeport Indonesia dan seluruh warga Mimika.
Bupati Mimika Johannes Rettob secara langsung menyampaikan belasungkawa, menegaskan bahwa duka ini adalah duka bersama. Upaya pencarian masih terus dilakukan untuk lima pekerja lainnya yang hingga kini belum ditemukan di lokasi kejadian.
Duka Mendalam dari Pemerintah Daerah dan PT Freeport Indonesia
Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan bahwa duka atas kehilangan dua pekerja ini dirasakan oleh seluruh warga Mimika. Ia mewakili pemerintah daerah dan masyarakat menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, juga menyampaikan duka cita yang mendalam dengan suara terbata-bata. Ia menyebut kepergian para pekerja sebagai duka bagi keluarga besar PTFI dan kehilangan yang tak tergantikan.
Tony Wenas menegaskan komitmen PTFI untuk mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban. Perusahaan merasakan kesedihan yang mendalam atas kehilangan rekan kerja dalam insiden longsor tambang ini.
Upaya Pencarian dan Penyelamatan yang Berkelanjutan
Misi pencarian dan penyelamatan para pekerja yang masih terjebak di area lumpur basah tambang bawah tanah GBC Tembagapura telah memasuki hari ke-12. Tim penyelamat bekerja tanpa henti menghadapi tantangan besar dan risiko keselamatan yang sangat membahayakan.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengapresiasi kerja keras tim penyelamat bawah tanah PTFI atas dedikasi mereka. Ia berharap lima pekerja lainnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat meskipun kondisi di lokasi sangat sulit.
PTFI telah menghentikan seluruh operasi penambangannya untuk memprioritaskan upaya pencarian dan penyelamatan. Perusahaan mengerahkan seluruh sumber daya, peralatan, dan keahlian untuk membuka akses menuju lokasi keberadaan para pekerja.
Identitas Korban dan Proses Pemulangan Jenazah
Dua korban longsor tambang Freeport yang ditemukan adalah Wigih Hartono dan Irawan, keduanya bertugas sebagai Elektrikal PT Cita Contract. Identifikasi ini memastikan nama-nama pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Irawan diketahui berasal dari Cilacap, Jawa Tengah, sementara Wigih Hartono merupakan warga Tulungagung, Jawa Timur. Informasi ini memberikan detail mengenai latar belakang para korban yang telah dievakuasi.
Jenazah kedua pekerja telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing pada Sabtu (20/9) petang dari Timika. Proses pemulangan ini dilakukan setelah identifikasi dan penemuan jenazah oleh tim penyelamat.
Sumber: AntaraNews