Polda Metro Jaya Selidiki Kematian Pekerja Proyek di Jagakarsa: Fokus pada Standar Keselamatan
Polda Metro Jaya tengah intensif melakukan penyelidikan kematian pekerja proyek di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tragedi ini menewaskan empat orang dan melukai tiga lainnya, memicu pertanyaan tentang standar keselamatan kerja yang diterapkan di lokasi proye
Polda Metro Jaya segera meluncurkan penyelidikan mendalam terkait insiden tragis yang menewaskan empat pekerja di sebuah proyek bangunan bertingkat. Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat.
Tim penyidik telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh. Selain itu, sejumlah saksi mata juga telah diperiksa guna mengumpulkan bukti-bukti primer di lokasi kejadian. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan komitmen pihaknya untuk mengawal tuntas kasus ini secara profesional. Fokus penyelidikan akan mencakup kemungkinan adanya unsur kelalaian dan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang berlaku di area proyek.
Kronologi Tragedi Maut di Proyek Jagakarsa
Kecelakaan kerja yang merenggut nyawa empat orang tersebut bermula saat para pekerja sedang membersihkan penampungan air yang tertutup. Menurut Kombes Pol Budi Hermanto, insiden terjadi ketika proses pengurasan penampungan air sedang berlangsung di lokasi proyek bangunan di Jagakarsa.
Berdasarkan keterangan saksi, salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang penampungan air setelah penutupnya dibuka. Rekan kerja yang mencoba menolong tanpa dilengkapi alat keselamatan yang memadai kemudian ikut terjatuh. Saat evakuasi dilakukan, saksi merasakan kondisi di sekitar lokasi sangat pengap dan panas, mengindikasikan adanya gas berbahaya.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengonfirmasi bahwa keempat korban tewas dan tiga lainnya mengalami sesak napas setelah menghirup gas dari tangki air. Pengecekan TKP telah dilaksanakan pada Jumat pukul 12.00 WIB untuk mengidentifikasi penyebab pasti tragedi ini.
Identitas Korban dan Penanganan Medis
Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan bahwa empat korban meninggal dunia masing-masing berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19). Para korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pasar Rebo. Namun, empat orang dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Sementara itu, tiga pekerja lainnya, yakni U (41), AJ (37), dan S (63), mengalami sesak napas. Ketiganya saat ini masih menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit. Pihak kepolisian terus memantau perkembangan kesehatan para korban yang dirawat.
Fokus Penyelidikan pada Kelalaian dan Keselamatan Kerja
Polda Metro Jaya menegaskan akan terus mengawal penuntasan kasus ini secara profesional guna mendalami penyebab pasti tragedi tersebut. Penyelidikan intensif akan dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan kecelakaan fatal ini.
Selain itu, pihak berwenang juga akan memeriksa kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang diterapkan di area proyek. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua prosedur keselamatan telah dipenuhi guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan menjadi pelajaran penting bagi pengembang proyek serta seluruh pihak terkait dalam menjamin keselamatan para pekerja. Penegakan hukum akan dilakukan sesuai dengan temuan hasil investigasi.
Sumber: AntaraNews