Isak Tangis Iringi Pemakaman Wigih Hartono, Sosok Pekerja Keras Korban Longsor Freeport yang 7 Tahun Mengabdi

Wigih Hartono, salah satu korban longsor Freeport, dimakamkan di Ponorogo diiringi duka mendalam keluarga. Kisah pilu pekerja keras ini menyisakan tanda tanya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Isak Tangis Iringi Pemakaman Wigih Hartono, Sosok Pekerja Keras Korban Longsor Freeport yang 7 Tahun Mengabdi
Wigih Hartono, salah satu korban longsor Freeport, dimakamkan di Ponorogo diiringi duka mendalam keluarga. Kisah pilu pekerja keras ini menyisakan tanda tanya. (Merdeka.com)

Isak tangis keluarga dan kerabat menyelimuti prosesi pemakaman Wigih Hartono, salah satu korban longsor di area tambang PT Freeport Indonesia, Papua. Jenazah almarhum tiba di rumah duka pada Minggu dini hari, 21 September, sebelum akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Jawa Timur.

Wigih Hartono merupakan dua dari tujuh pekerja PT Freeport Indonesia yang berhasil ditemukan dan dievakuasi dari reruntuhan material tambang. Insiden longsor tragis ini terjadi di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Senin, 8 September lalu.

Sebelum dimakamkan, almarhum yang meninggalkan seorang istri dan dua anak ini menjalani prosesi shalat jenazah di rumah duka. Istri almarhum, Jarmini, tampak sangat terpukul dan sempat pingsan saat peti jenazah suaminya tiba, menunjukkan kedalaman duka yang dirasakan keluarga.

Duka Mendalam Iringi Pemakaman Korban Longsor Freeport

Kedatangan jenazah Wigih Hartono di Ponorogo disambut dengan suasana haru dan duka yang mendalam dari keluarga serta kerabat. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Papua, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sementara.

Prosesi shalat jenazah dilaksanakan dengan khidmat, diikuti oleh keluarga besar dan masyarakat sekitar yang turut berbelasungkawa. Setelah itu, jenazah Wigih Hartono dibawa menuju TPU Desa Nambak, yang letaknya tidak jauh dari kediaman korban, untuk dikebumikan.

Momen pemakaman Wigih Hartono menjadi puncak kesedihan bagi keluarga, terutama sang istri, Jarmini. Kondisi Jarmini yang sempat pingsan menunjukkan betapa beratnya kehilangan sosok suami dan ayah bagi anak-anaknya akibat tragedi longsor Freeport ini.

Sosok Pekerja Keras di Mata Keluarga

Rohmat, kakak ipar Wigih Hartono, mengenang almarhum sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan pekerja keras. Wigih yang aslinya warga Tulungagung, telah menetap di Ponorogo setelah menikah dan membangun keluarga di sana.

Almarhum diketahui telah mengabdi selama tujuh tahun di PT Freeport Indonesia sebagai teknisi listrik. Sebelum bergabung dengan perusahaan tambang tersebut, Wigih juga pernah merantau ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan bekerja sebagai tukang las untuk menafkahi keluarganya. "Hartono sudah tujuh tahun bekerja di Freeport. Terakhir pulang Agustus lalu untuk cuti dua pekan sebelum kembali ke Papua," kata Rohmat.

Lebih lanjut, Rohmat menggambarkan Wigih sebagai sosok yang humoris dan tidak neko-neko. "Beliau humoris, tidak neko-neko, dan rajin menafkahi keluarga. Selama bekerja di Freeport biasanya pulang setiap enam bulan sekali,” ujarnya, menggambarkan dedikasi Wigih terhadap keluarganya.

Keluarga tidak menyangka kepergian Wigih akan secepat ini. "Kami tidak menyangka kepergiannya begitu cepat. Hidupnya baru tertata, kok dapat musibah seperti ini,” ucap Rohmat dengan nada pilu, mengungkapkan kesedihan mendalam atas musibah yang menimpa.

Kronologi Tragedi Longsor Tambang Freeport

Insiden longsor yang merenggut nyawa Wigih Hartono terjadi pada Senin, 8 September, di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Peristiwa nahas ini menyebabkan material tambang runtuh dan menimbun sejumlah pekerja.

Wigih Hartono adalah salah satu dari total tujuh pekerja yang menjadi korban dalam tragedi ini. Proses evakuasi berlangsung intensif, dan jenazah Wigih berhasil ditemukan serta dievakuasi bersama satu korban lainnya.

Untuk pemulangan jenazah, almarhum diterbangkan dari Papua menggunakan pesawat Airfast menuju Bandara YIA Yogyakarta. Selanjutnya, jenazah melanjutkan perjalanan ke Bandara Juanda, dan dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Ponorogo, Jawa Timur, untuk diserahkan kepada keluarga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi