Dua Sekolah di Bangka Raih Predikat Adiwiyata Nasional dan Provinsi, Jadi Inspirasi Lingkungan
Dua SD di Kabupaten Bangka berhasil meraih predikat bergengsi Sekolah Adiwiyata tingkat nasional dan provinsi. Keberhasilan Sekolah Adiwiyata Bangka ini menjadi motivasi bagi sekolah lain.
Dua lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini menorehkan prestasi membanggakan. Kedua sekolah tersebut berhasil meraih predikat Adiwiyata di tingkat provinsi dan nasional. Pencapaian ini diumumkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka, Boy Yandra.
SD Negeri 8 Belinyu sukses meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk Tahun 2025. Sementara itu, SD Negeri 24 Sungailiat berhasil mencapai predikat Adiwiyata di tingkat nasional. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat sekolah-sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Prestasi Adiwiyata ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bangka. Tujuannya adalah untuk turut serta dalam program Adiwiyata dan mengembangkan inovasi lingkungan serupa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Inovasi Lingkungan SDN 24 Sungailiat Raih Adiwiyata Nasional
SD Negeri 24 Sungailiat berhasil meraih predikat Adiwiyata tingkat nasional berkat berbagai inovasi lingkungan yang mereka kembangkan. Salah satu inovasi utamanya adalah pembuatan pestisida nabati dari buah Bintaro. Selain itu, sekolah ini juga sukses menciptakan Paving Block dari limbah sampah plastik.
Inovasi ini menunjukkan kreativitas siswa dan guru dalam memanfaatkan sumber daya lokal serta mengolah limbah. Keberhasilan tersebut tidak hanya berhenti pada inovasi produk. SDN 24 Sungailiat juga aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Beberapa kegiatan penting yang dilakukan meliputi penanaman lahan kritis warga Kenanga dan penanaman Mangrove di Pantai Mang Kalok. Mereka juga berkolaborasi dengan PT Timah Tbk untuk menanam 3000 mangrove. Program peluncuran pestisida nabati untuk lingkungan, yang dikenal sebagai Si Bilung, turut menjadi bagian dari upaya ini.
Komitmen terhadap lingkungan juga tercermin dari pembentukan 60 kader Adiwiyata. Kader ini terdiri dari siswa kelas 4 dan 5 yang dilatih khusus. Penanaman Mangrove bersama BPDAS Cerucuk juga menjadi agenda rutin sekolah ini untuk mendukung kelestarian ekosistem pesisir.
SDN 8 Belinyu Bertekad Lanjutkan Prestasi Adiwiyata Provinsi
SD Negeri 8 Belinyu berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh komunitas sekolah. Kepala Sekolah SDN 8 Belinyu, Rezaldi, mengungkapkan rasa syukurnya atas predikat tersebut.
Rezaldi menyatakan bahwa predikat ini bukan hanya sekadar penghargaan. "Dalam melakukan kegiatan, kami bekerjasama dengan komite sekolah dengan harapan ke depan prestasi itu berhasil di raih tidak hanya di tingkat provinsi namun sampai ke tingkat nasional," jelasnya. Ini adalah motivasi kuat bagi anak didik dan para guru untuk lebih giat lagi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Dalam menjalankan berbagai kegiatan lingkungan, SDN 8 Belinyu menjalin kerja sama erat dengan komite sekolah. Kolaborasi ini penting untuk memastikan program-program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Mereka berharap dukungan dari semua pihak terus berlanjut demi lingkungan sekolah yang lebih baik.
Dengan kerja keras dan dukungan penuh, SDN 8 Belinyu memiliki target yang lebih tinggi di masa depan. Rezaldi berharap prestasi yang diraih tidak hanya berhenti di tingkat provinsi. Mereka berambisi untuk bisa meraih predikat Adiwiyata hingga ke tingkat nasional, mengikuti jejak sekolah lain di Bangka.
Sumber: AntaraNews