Staf Ahli Kemendikdasmen Tinjau Kerusakan SMPN 1 Sambong Blora, Program Revitalisasi Segera Berjalan
Staf Ahli Kemendikdasmen Mariman Darto meninjau langsung kerusakan SMPN 1 Sambong Blora, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat revitalisasi sekolah demi lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Mariman Darto, secara langsung meninjau kondisi bangunan SMP Negeri 1 Sambong di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/1). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kerusakan parah yang dialami sekolah tersebut, terutama pada bagian atap dan plafon yang ambrol. Peninjauan ini menjadi langkah awal pemerintah dalam memastikan sarana prasarana pendidikan yang layak bagi siswa dan tenaga pendidik di daerah.
Mariman Darto menyoroti bahwa bangunan SMPN 1 Sambong merupakan konstruksi lama yang telah berdiri sejak tahun 1983, sehingga wajar jika beberapa bagian mulai mengalami kerusakan serius. Kerusakan tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan warga sekolah dan memerlukan penanganan segera. Pemerintah melalui Kemendikdasmen berkomitmen penuh untuk mengatasi permasalahan ini demi keberlangsungan proses belajar mengajar.
Kunjungan ini juga menegaskan perhatian pemerintah terhadap pemenuhan fasilitas pendidikan yang memadai sebagai bagian dari program revitalisasi sekolah secara nasional. Program ini menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berbudaya. Diharapkan, revitalisasi SMPN 1 Sambong Blora dapat segera terwujud.
Kondisi Memprihatinkan dan Urgensi Penanganan Kerusakan SMPN 1 Sambong Blora
SMPN 1 Sambong Blora menghadapi kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan, dengan atap dan plafon yang ambrol serta kerusakan di beberapa titik lainnya. Kerusakan ini, menurut Mariman Darto, sangat berbahaya bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik yang beraktivitas di sekolah. Kondisi terparah terjadi pada 15 Desember 2025, ketika atap dan plafon tiba-tiba ambrol, menyebabkan kerusakan berat pada beberapa ruang kelas.
Kepala Sekolah SMPN 1 Sambong, Wiwik Sulistiyowati, mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan sekolah telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Akibat insiden ambrolnya atap, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia, seperti laboratorium dan ruangan lain yang masih aman. Situasi ini tentu mengganggu efektivitas pembelajaran dan membutuhkan solusi cepat.
Mariman Darto menekankan pentingnya pengecekan menyeluruh terhadap keamanan bangunan sekolah, terutama yang berusia tua, karena kondisi serupa berpotensi terjadi di sekolah lain. SMPN 1 Sambong merupakan satu-satunya sekolah jenjang SMP di Kecamatan Sambong, sehingga revitalisasi sarana prasarana sekolah ini sangat krusial untuk menjaga layanan pendidikan di daerah setempat. Selain itu, peningkatan sanitasi sekolah juga menjadi perhatian utama pemerintah dalam penyediaan fasilitas pendidikan yang sehat.
Revitalisasi Sekolah sebagai Prioritas Nasional Kemendikdasmen
Kunjungan Staf Ahli Kemendikdasmen Mariman Darto ke SMPN 1 Sambong Blora merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang layak. Program revitalisasi sekolah telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap sekolah memiliki fasilitas yang memadai, aman, dan mendukung proses belajar mengajar yang optimal.
Secara nasional, Kemendikdasmen mencatat adanya 11.446 sekolah yang masuk dalam tahap awal program revitalisasi pada tahun 2026. Sekolah-sekolah ini saat ini sedang menunggu proses penganggaran untuk memulai perbaikan. Proses ini menunjukkan skala besar komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.
Setelah tahapan verifikasi dan validasi (verval) serta verifikasi lanjutan selesai, pelaksanaan fisik revitalisasi ditargetkan dapat dimulai antara Februari hingga Maret 2026. Estimasi pengerjaan untuk setiap proyek revitalisasi adalah sekitar 90 hingga 100 hari, dengan target penyelesaian pada bulan Juni 2026. Harapannya, program ini dapat segera terwujud, menjadikan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berbudaya, termasuk memenuhi komponen pendukung sekolah Adiwiyata.
Dampak Kerusakan dan Harapan untuk Masa Depan Pendidikan di Sambong Blora
Kerusakan parah pada bangunan SMPN 1 Sambong Blora tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berdampak langsung pada proses belajar mengajar. Pengalihan KBM ke ruang-ruang alternatif menunjukkan urgensi penanganan yang cepat dan komprehensif. Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak sekolah tua di Indonesia, yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Mariman Darto berharap program revitalisasi sekolah dapat segera terealisasi di SMPN 1 Sambong. Dengan demikian, sekolah dapat kembali berfungsi secara optimal dan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif. Revitalisasi ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik, tetapi juga peningkatan sanitasi dan pemenuhan standar sekolah Adiwiyata, yang penting untuk membentuk karakter siswa.
Sebagai satu-satunya SMP di Kecamatan Sambong, keberadaan dan kualitas SMPN 1 Sambong sangat vital bagi masyarakat setempat. Revitalisasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dan memicu peningkatan kualitas pendidikan secara merata. Komitmen Kemendikdasmen dalam meninjau dan merencanakan perbaikan ini menunjukkan langkah positif menuju masa depan pendidikan yang lebih baik di Blora dan seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews