Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan lingkungan. Mereka aktif melaksanakan program pembinaan intensif bagi 18 calon Sekolah Adiwiyata 2026. Sekolah-sekolah ini berasal dari berbagai jenjang, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), menandakan jangkauan program yang luas.
Akmad Syafaat, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten HST, menjelaskan esensi program ini. Menurutnya, Adiwiyata bukanlah sekadar kompetisi untuk meraih penghargaan semata. Lebih dari itu, program ini merupakan sebuah gerakan sistematis yang bertujuan menciptakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup secara menyeluruh.
Syafaat menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi Pemkab HST. Tujuannya adalah untuk memperkuat komitmen, memastikan setiap sekolah tidak hanya memiliki lingkungan fisik yang hijau. Namun juga menanamkan perilaku dan kurikulum yang berorientasi pada kelestarian lingkungan, menjadikan Sekolah Adiwiyata Hulu Sungai Tengah sebagai pionir.
Advertisement
Advertisement
Program Adiwiyata merupakan salah satu langkah nyata dan strategis dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini secara fundamental dimulai dari satuan pendidikan, tempat karakter dan kesadaran lingkungan dibentuk. Di Kabupaten HST sendiri, sudah ada sebanyak 47 sekolah yang telah berhasil dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata, menunjukkan keberhasilan program sebelumnya.
Akmad Syafaat sangat menekankan pentingnya penguatan komitmen dari seluruh elemen warga sekolah. Mulai dari kepala sekolah, para guru, seluruh siswa, hingga komite sekolah, diharapkan memiliki pemahaman dan semangat yang sama. Kebersamaan ini menjadi kunci utama dalam menyukseskan implementasi program Adiwiyata di wilayah Hulu Sungai Tengah.
Calon Sekolah Adiwiyata khususnya diharapkan dapat memahami secara utuh kriteria dan mekanisme penilaian. Pedoman ini berdasarkan peraturan terbaru, yakni Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Nomor 05 Tahun 2025/2026. Pemahaman mendalam ini esensial untuk memastikan program berjalan sesuai standar dan mencapai hasil optimal.
Advertisement
Advertisement
Harapan besar diletakkan pada implementasi aksi nyata dan konkret di setiap sekolah yang dibina. Sekolah diharapkan mampu mengimplementasikan gerakan peduli lingkungan secara konsisten dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya meliputi pengelolaan sampah yang efektif, seperti pembuatan kompos, serta praktik penghematan energi dan air yang berkelanjutan.
Selain itu, edukasi lingkungan juga harus terintegrasi secara menyeluruh dalam pembelajaran. Ini akan membentuk kesadaran dan kebiasaan positif sejak usia dini, menciptakan generasi yang bertanggung jawab. Lingkungan sekolah yang asri dan bersih dapat berfungsi sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa.
Syafaat menuturkan bahwa perjalanan menuju predikat sekolah Adiwiyata memerlukan perjuangan dan kolaborasi yang erat. Oleh karena itu, melalui tim pembina yang solid, pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah-sekolah. Pendampingan ini mencakup bantuan dalam memenuhi persyaratan dan melakukan perbaikan berkelanjutan.
Advertisement
Dengan upaya kolektif ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan sekolah yang kondusif. Sekaligus membentuk karakter generasi muda yang mencintai alam dan memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Program Sekolah Adiwiyata Hulu Sungai Tengah menjadi fondasi penting bagi masa depan lingkungan yang lebih lestari.
Sumber: AntaraNews