Dua Bocah Temukan Jenazah Mengapung di Pantai Kuta, Diduga Terseret Arus
Dalam rekaman yang beredar, jenazah terlihat berada di area perairan dekat bibir pantai, sementara peristiwa tersebut memicu beragam respons dari warganet.
Sebuah video yang memperlihatkan penemuan jenazah mengapung di perairan Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
Dalam rekaman yang beredar, jenazah terlihat berada di area perairan dekat bibir pantai, sementara peristiwa tersebut memicu beragam respons dari warganet.
Dalam video itu, diterangkan pada Rabu (17/6) sekitar pukul 07.30 WITA, dua bocah yang bermain di tempat kejadian perkara (TKP), berhasil merekam mayat mengapung dari handphonenya dan mayat tersebut terseret arus lalu menghilang.
"Dari rekaman video ponsel anak bermain di bebatuan berhasil merekam seorang mayat telungkup memakai jaket hitam mengapung di laut terseret arus akhirnya menghilang di atas batuan," tulis akun tersebut, di media sosial instagram, dikutip pada Kamis (10/6).
"Juga ditemukan mantel plastik, sendal dan kacamata di perkirakan milik korban. Saat ini sudah di tangani Satgas Pantai Kuta dan petugas Balawista. Bagi yang merasa kehilangan anggota kluarga dengan ciri atribut di atas bisa menghubungi pihak berwajib," lanjutnya.
Identitas Mayat Belum Diketahui
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan adanya peristiwa itu.
"Adanya informasi mayat mengapung sebelah barat batu pemecah gelombang di depan selter Patung Baruna di Pantai Kuta dengan titik koordinat -8.724842.115.169237," kata Iptu Adi Saputra, Kamis (18/6).
Ia menerangkan, peristiwa itu diketahui pada Rabu (17/6) sekira pukul 07.45 WITA dan untuk identitas mayat tersebut belum diketahui.
Kronologisnya, awalnya Petugas Balawista bernama Andreas Budiman mendapat informasi dari dua orang laki- laki atau dua bocah yang menginformasikan bahwa ada mayat mengapung didekat batu pemecah gelombang sesuai rekaman video yang diambilnya.
Selanjutnya, saksi membawa mobil ambulans menuju ke pinggir tempat kejadian. Sedangkan, rekan saksi bernama Mogik Byantara dengan menggunakan Jet Sky langsung mengadakan penyisiran ke laut mendekati kejadian penemuan mayat.
"Sekitar 1 jam 30 menit pencarian situasi air laut pasang korban atau mayat tidak juga ditemukan," imbuhnya.
Sandal Slop Warna Coklat
Selain itu, dari keterangan saksi Yoyok Wahyudi yang juga petugas Balawista di Pantai Kuta saat melaksanakan penyisiran di sekitar TKP menemukan barang yang diduga milik korban berupa sebuah sandal slop warna coklat, sebuah kaca mata, sebuah topi warna hitam dan sebuah jas hujan plastik warna biru tergeletak di atas batu pemecah gelombang. Dan barang tersebut dibawa ke Pos Polairud Kuta.
Saat ini, Polairud Polresta Denpasar bersama Balawista Kuta melakukan SAR terbatas dan SAR laut telah melakukan tindakan.
"Balawista Badung dan Sat Polairud Polresta Denpasar masih berupaya melakukan pencarian namun sampai saat ini mayat belum ditemukan. Disekitar TKP ditemukan barang barang berupa sandal, topi dan kaca mata yang diduga milik korban," ujarnya.