Dokter Genit RSUD Lecehkan Pasien ABG, Ada yang Digoda dengan Cokelat, hingga Chat Mesra via WA
Rumah sakit langsung mengambil keputusan menonaktifkan JHS pasca terungkapnya kasus tersebut.
Seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Luwu inisial JHS dilaporkan ke polisi diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya yang masih di bawah umur. Manajemen RSUD Batara Guru Luwu pun mengambil tindakan dengan menonaktikan JHS untuk sementara waktu.
Direktur RSUD Batara Guru, Daud Mustakim mengatakan manajemen rumah sakit langsung mengambil keputusan menonaktifkan JHS pasca terungkapnya kasus tersebut. Daud menyebut penonaktifan JHS sebagai tenaga kesehatan di RSUD Batara Guru guna kepentingan penyelidikan yang dilakukan oleh polisi.
"Kami sudah menonaktifkan yang bersangkutan (JHS) selama satu bulan. Keputusan ini diambil untuk mendukung kelancaran proses hukum dan menjaga suasana pelayanan di rumah sakit," ujarnya kepada wartawan, Kamis (26/6).
Dengan keputusan tersebut, kata Daud, hak JHS sebagai dokter berstatus aparatur sipil negara (ASN) juga dihentikan sementara waktu. Daud mengungkapkan, manajemen RSUD Batara Guru jugaa pernah menerima keluhan dari pasien terkait perilaku dan komunikasi JHS.
"Pernah ada laporan seorang pasien yang risih, karena dia mengirimkan pesan WhatsApp. Saat itu kita selesaikan secara internal," ungkapnya.
Daud mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada polisi terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan JHS.
Kronologi Pelecehan
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Luwu Ajun Komisaris Jody Dharma membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana pelecehan seksual dilakukan oleh dokter RSUD Batara Guru terhadap pasiennya.
"Laporannya terkait dokter yang diduga melakukan cabul terhadap pasiennya yang masih berusia 17 tahun," ujarnya.
Jody mengungkapkan dugaan tindak pelecehan seksual dilakukan JHS terjadi pada pukul 06.45 Wita, Sabtu (21/6) di ruang rawat inap RSUD Batara Guru. Saat itu, JHS bersama seorang perawat mendatangi korban untuk memeriksa kondisi pasca menjalani operasi.
"Dokter ini memeriksa kondisi korban usai menjalani operasi. Saat itu, terlapor ini menyampaikan kalau korban ini sudah membaik kondisinya dan diperbolehkan pulang," ungkapnya.
Tak lama berselang, terlapor kembali menemui korban. Saat itulah, terlapor diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban.
"Saat itu, ibu korban sudah pulang ke rumah. Terlapor mendekati korban, termasuk memberi cokelat Silverqueen. Saat itu terlapor diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban," ucapnya.
Jody mengaku masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.