DMFI Ungkap Risiko Konsumsi Daging Anjing, Desak Dibuat UU Larangan Jual Beli
Anjing bukan hewan ternak dan tidak seharusnya dikonsumsi oleh manusia.
Masyarakat pecinta hewan yang tergabung dalam Dog Meat Free Indonesia (DMFI) terus menyuarakan agar pemerintah membuat Undang-Undang tentang pelarangan perdagangan daging anjing dan kucing. Hal ini disampaikan saat menyambangi Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta.
Perwakilan DFMI, Merry Ferdinandes mengatakan, anjing bukan hewan ternak dan tidak seharusnya dikonsumsi oleh manusia.
"Daging anjing itu bukan hewan ternak ya, bukan untuk konsumsi, jadi banyak risiko," kata Merry, Jakarta, Kamis (6/2).
DMFI sudah menemukan banyak kasus kematian yang disebabkan karena mengonsumsi daging anjing. Mayoritas kasus kematian terjadi pada anak-anak dan lansia. Sebab kandungan racun dalam tubuh anjing yang dibunuh.
"Kebanyakan anjing-anjing itu diracun portas, dan itu sudah sering terjadi, kayak sudah menjadi SOP mereka. Mereka menculik anjing, mengambil anjing dari rumah-rumah dan di jalan menggunakan portas," ungkapnya.
Selain itu, banyak anjing yang diambil berasal dari wilayah endemik rabies dan berbahaya bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi.
"Kedua, anjing-anjing ini berasal dari wilayah yang endemik rabies. Dan juga sudah banyak laporan bahwa random sampling dari rumah-rumah jagal itu terbukti anjingnya positif rabies," ujarnya.
Termakan Mitos
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN Herry Dermawan berjanji memperjuangkan UU yang melarang perdagangan daging anjing dan kucing.
"Tapi memang perlu tahapan, harus masuk prolegnas, harus bikin RUU, dan sebagainya. Tapi pada prinsipnya PAN menerima dengan baik dan kami akan membantu untuk memperjuangkan hal ini," sambungnya.
Menurut dia, perdagangan daging anjing dipicu masyarakat termakan mitos yang menyebut daging anjing memiliki khasiat tertentu.
"Adanya pedagang itu karena adanya pembeli. Pembeli kenapa mau makan daging anjing? Hanya karena mitos. 90 persen makan daging anjing karena ada mitos," jelasnya.
"Daging anjing dianggap mempunyai khasiat tertentu lah dan belum pernah dibuktikan secara ilmiah. Padahal di balik mitos itu banyak bahaya bagi manusia," ucapnya.