Dewa United Gagal Semifinal AFC Challenge League, Jan Olde Kecewa Berat
Pelatih Dewa United Banten FC, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan kekecewaannya setelah Dewa United gagal melaju ke semifinal AFC Challenge League usai kalah agregat dari Manila Digger, memicu pertanyaan tentang strategi tim selanjutnya.
Jakarta – Dewa United Banten FC harus mengubur impiannya untuk melaju ke babak semifinal AFC Challenge League. Tim berjuluk Tangsel Warriors ini harus mengakui keunggulan tim asal Filipina, Manila Digger, dengan kekalahan agregat 2-3 dalam pertandingan perempatfinal yang berlangsung sengit. Kekalahan ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, yang telah menganalisis kekuatan lawan dengan cermat.
Pada leg pertama, Dewa United takluk 0-1 di kandang Manila Digger. Kemudian, di leg kedua yang digelar di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang pada Kamis (13/3), Dewa United hanya mampu bermain imbang 2-2, sehingga total agregat menjadi 2-3 untuk keunggulan tim tamu. Hasil ini secara otomatis menghentikan langkah Dewa United di kompetisi tingkat Asia tersebut.
Dua gol dari Pa Ousman Gai dan Modou Joof sempat membawa Manila Digger unggul lebih dulu pada leg kedua, sebelum akhirnya Damion Lowe berhasil menyamakan kedudukan dengan dua gol balasan. Meskipun sempat memberikan perlawanan, Dewa United gagal membalikkan keadaan dan harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari turnamen. Jan Olde Riekerink menyoroti beberapa faktor yang menjadi penyebab kegagalan timnya.
Analisis Kekalahan dan Keunggulan Lawan
Jan Olde Riekerink menyatakan bahwa timnya telah melakukan analisis yang cukup baik setelah pertandingan leg pertama di Manila. Ia menyadari bahwa Manila Digger memiliki keunggulan tersendiri dengan menurunkan sembilan pemain asal Afrika dalam susunan sebelas pemain terbaiknya, tujuh di antaranya berasal dari Gambia.
Pelatih asal Belanda ini, yang pernah bekerja selama dua tahun di Cape Town City, Afrika Selatan, sangat memahami karakter permainan tim-tim dari benua tersebut. Menurut Jan Olde, koneksi antarpemain Manila Digger menjadi lebih terjalin karena mayoritas berasal dari benua yang sama. Mereka mengandalkan kekuatan fisik serta permainan oportunis, yang terbukti menyulitkan Dewa United.
Kendala Cedera dan Perubahan Taktik
Situasi semakin menyulitkan Dewa United karena penyerang andalan mereka, Alex Martins, tidak dapat bermain akibat cedera. Jan Olde mengakui bahwa timnya tidak memiliki pemain lain yang benar-benar bisa menggantikan posisi Martins, sehingga Vico Duarte harus mengisi peran tersebut. Kondisi ini membuat Dewa United memulai laga dengan kurang optimal.
Setelah kembali kemasukan gol pada babak kedua, Dewa United melakukan perubahan taktik dengan memasukkan beberapa pemain, termasuk Egy Maulana Vikri. Masuknya Egy membawa perubahan signifikan dalam permainan tim. Salah satu aksinya bahkan membuahkan assist yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Damion Lowe, menyamakan kedudukan.
Jan Olde menjelaskan bahwa setelah perubahan tersebut, Dewa United mulai menciptakan lebih banyak peluang dan berhasil mencetak dua gol. Meskipun demikian, upaya tersebut belum cukup untuk mengamankan kemenangan dan tiket ke semifinal AFC Challenge League.
Fokus ke Liga 1: Tantangan Berikutnya
Kini, Dewa United tidak boleh terlalu larut dalam kekecewaan. Tim harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan Super League melawan Persija Jakarta. Laga penting ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu pekan ini pukul 20.30 WIB di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara.
Pertandingan melawan Persija akan menjadi ajang bagi Dewa United untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di kompetisi domestik. Pelatih dan para pemain diharapkan dapat belajar dari pengalaman di AFC Challenge League dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tantangan selanjutnya di Liga 1.
Sumber: AntaraNews