Jan Olde Riekerink Puas Kebangkitan Dewa United Usai Imbang Lawan Persija
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, puas dengan semangat juang timnya. Mereka berhasil menahan imbang Persija Jakarta, menandai kebangkitan Dewa United di tengah jadwal padat.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap performa timnya. Mereka berhasil menahan imbang Persija Jakarta dengan skor 1-1 dalam laga BRI Super League. Pertandingan sengit ini berlangsung di Jakarta International Stadium pada hari Minggu.
Hasil imbang tersebut terasa seperti kemenangan moral bagi Jan Olde Riekerink. Timnya mampu bangkit setelah melalui periode sulit dan memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas. Ini menunjukkan karakter kuat para pemain.
Kebangkitan ini terjadi setelah Dewa United menelan kekalahan mengecewakan di ajang AFC Challenge League. Mereka tersingkir oleh klub Filipina Manila Diggers dengan agregat 2-3 pada perempat final sebelumnya.
Apresiasi Jan Olde Terhadap Semangat Juang Tim
Jan Olde Riekerink secara terbuka memuji semangat juang anak asuhnya. Ia melihat hasil imbang kontra Persija ini sebagai sebuah kemenangan moral yang penting. Situasi tim sebelumnya memang cukup menantang.
"Olahraga tidak selalu hanya tentang apa yang terlihat di lapangan," kata Riekerink dalam jumpa pers usai laga. Ia menekankan bahwa timnya datang dari situasi yang mengecewakan.
Dewa United hanya memiliki dua hari persiapan untuk pertandingan krusial ini. Minimnya waktu persiapan tidak menyurutkan tekad para pemain. Mereka menunjukkan karakter dan disiplin yang luar biasa di lapangan.
"Saya melihat tim yang bangkit kembali, tim yang disiplin dan memiliki rencana permainan. Bagi saya mereka seperti menang hari ini," tambahnya, menggambarkan kebangkitan timnya.
Tantangan Persiapan Minim Pasca Laga Kontinental
Periode sulit yang dimaksud Riekerink adalah kekalahan Dewa United di kancah AFC Challenge League. Mereka baru saja disingkirkan oleh klub Filipina Manila Diggers. Kekalahan agregat 2-3 terjadi di perempat final.
Pada pertandingan sebelumnya, Dewa United hanya bermain imbang 2-2 dengan Manila Diggers pada hari Kamis (12/3). Ini menyisakan waktu yang sangat sedikit untuk pemulihan dan persiapan.
Riekerink menjelaskan bahwa pada hari pertama setelah laga AFC, tim bahkan tidak menjalani latihan fisik. Waktu yang ada lebih banyak diisi dengan diskusi taktik.
Persiapan tim lebih banyak berfokus pada strategi permainan Persija Jakarta. Meskipun demikian, para pemain mampu mengaplikasikan instruksi dengan baik di lapangan.
Strategi Taktik Jitu Mengimbangi Persija
Secara taktik, Riekerink mengungkapkan bahwa timnya memiliki strategi khusus. Mereka berusaha memanfaatkan ruang di sisi kanan pertahanan Persija. Sektor ini kerap ditinggalkan oleh bek kanan Persija yang bermain ofensif.
Situasi tersebut memberikan keuntungan bagi pemain sayap Dewa United. Noah Sadaoui, khususnya, memiliki ruang gerak yang lebih luas di area tersebut. Ini menjadi kunci serangan mereka.
Melalui sektor kanan ini, Dewa United beberapa kali mampu menciptakan ancaman serius. Strategi ini terbukti efektif dalam menekan pertahanan lawan.
Penerapan taktik yang disiplin ini menunjukkan kematangan tim. Mereka mampu membaca kelemahan lawan dan memanfaatkannya secara optimal.
Pengakuan Alex Martins Tentang Jadwal Padat
Penyerang Dewa United, Alex Martins, turut mengakui beratnya pertandingan ini. Ia menyebut laga melawan Persija sangat sulit bagi kedua tim. Jadwal pertandingan yang padat menjadi salah satu faktor utama.
"Ini pertandingan yang sangat sulit untuk kedua tim," kata Alex. Ia menyoroti tantangan fisik dan mental yang dihadapi para pemain.
Timnya hanya memiliki dua hari untuk mempersiapkan pertandingan ini. Sebelumnya, mereka juga telah menjalani serangkaian pertandingan yang menguras tenaga.
Meskipun demikian, Alex Martins dan rekan-rekannya tetap menunjukkan dedikasi tinggi. Mereka berjuang keras untuk mendapatkan hasil imbang yang berharga.
Sumber: AntaraNews