Ujian Identitas Dewa United Hadapi Persebaya di BRI Super League 2025/2026
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyebut laga kontra Persebaya Surabaya di BRI Super League 2025/2026 sebagai ujian identitas timnya. Siapkah Dewa United menghadapi Bajul Ijo yang sedang on fire?
Dewa United akan menghadapi ujian berat saat menantang Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan pekan ke-19 ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada hari Sabtu.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menilai laga ini bukan sekadar perebutan poin. Ini adalah tolok ukur identitas permainan timnya yang telah berkembang. Ia mengakui pertandingan mendatang akan lebih sulit dari pertemuan awal musim.
Meski demikian, Riekerink optimistis Dewa United perlahan menemukan identitas dan cara bermain yang diinginkan. Laga ini cerminan penting performa tim musim ini, sekaligus menguji filosofi sepak bola mereka.
Persebaya dalam Performa Puncak, Tantangan Berat untuk Dewa United
Persebaya Surabaya saat ini berada dalam performa yang sangat positif, mencatatkan 11 pertandingan tanpa kekalahan dan meraih empat kemenangan beruntun. Kondisi ini membuat tantangan bagi Dewa United menjadi lebih berat dibandingkan awal musim.
Riekerink menyoroti konsistensi Persebaya yang akan menjadi rintangan signifikan bagi anak asuhnya. Ia juga mempertimbangkan strategi tim, apakah akan bermain langsung atau membangun serangan dari bawah, sebuah proses yang membutuhkan waktu dan kesabaran untuk selaras dengan filosofi tim.
“Besok akan jadi pertandingan yang sulit, mungkin lebih sulit daripada yang di awal musim, tetapi pelan-pelan Dewa United juga kembali ke identitas dan cara bermain yang kami inginkan,” kata Riekerink saat sesi konferensi pers prapertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu.
Filosofi Sepak Bola yang Berbeda dan Kualitas Lapangan
Pelatih asal Belanda itu juga menyinggung faktor kualitas stadion dan lapangan yang dinilainya dapat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa Dewa United tidak memiliki alasan untuk tampil di bawah performa terbaik saat menghadapi Persebaya di kandang lawan.
Pertemuan Dewa United dengan Persebaya di bawah asuhan Bernardo Tavares juga akan mempertemukan dua filosofi sepak bola yang berbeda. Kedua tim memiliki ide permainan yang jelas, dan laga ini akan menjadi ajang pembuktian mana yang lebih efektif.
“Besok ada dua cara main sepak bola yang berbeda dan kita akan lihat hasilnya,” tuturnya, menekankan aspek taktis yang akan tersaji di lapangan.
Ambisi Tinggi Kedua Tim di GBT
Pemain Dewa United, Alexis Messidoro, mengakui bahwa pertandingan melawan Persebaya akan berjalan ketat. Hal ini karena kedua tim sama-sama memiliki kualitas dan ambisi tinggi untuk meraih kemenangan di setiap laga.
Messidoro menyatakan bahwa timnya datang dengan ide permainan sendiri dan siap menunjukkan hasil latihan yang telah dijalani. Ia berharap Dewa United dapat membawa pulang tiga poin dari Surabaya, menunjukkan semangat juang tim.
“Kita tahu kita melawan tim besar, tetapi kita datang dengan ide permainan kita sendiri untuk menunjukkan hasil latihan dan berharap bisa membawa tiga poin dari Surabaya,” ujarnya, menegaskan tekad timnya.
Sumber: AntaraNews