Ternyata Ini Alasan Jan Olde Riekerink Akui Dewa United Awal Musim Buruk di BRI Super League!

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengakui timnya kerap alami Dewa United awal musim buruk. Apa penyebabnya dan bagaimana mereka akan bangkit?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ternyata Ini Alasan Jan Olde Riekerink Akui Dewa United Awal Musim Buruk di BRI Super League!
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengakui timnya kerap alami Dewa United awal musim buruk. Apa penyebabnya dan bagaimana mereka akan bangkit? (Merdeka.com)

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, secara terang-terangan mengakui bahwa timnya masih kesulitan memulai musim kompetisi dengan performa optimal. Hal ini terlihat jelas pada empat pertandingan awal BRI Super League 2025/2026 yang baru saja mereka jalani.

Dari empat laga tersebut, Dewa United hanya mampu meraih satu kemenangan dan menelan tiga kekalahan, termasuk kekalahan 1-3 dari Persija Jakarta di kandang sendiri. Hasil ini tentu sangat mengecewakan bagi tim yang musim sebelumnya mampu finis di posisi kedua klasemen akhir.

Riekerink menyoroti pola berulang ini sebagai masalah yang harus segera diatasi, mengingat setiap tahun mereka selalu menghadapi tantangan serupa di awal kompetisi. Ia menekankan pentingnya kerja keras untuk mencapai target yang lebih tinggi.

Evaluasi Awal Musim Dewa United yang Mengecewakan

Jan Olde Riekerink tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa awal musim Dewa United di BRI Super League 2025/2026. Ia menyebutnya sebagai start yang sangat mengecewakan, terutama setelah musim lalu mereka berhasil menduduki posisi kedua. Pelatih asal Belanda ini menegaskan bahwa mencapai puncak memang sulit, namun mempertahankan atau melangkah lebih jauh membutuhkan usaha sepuluh kali lipat.

"Pada tahun lalu, saya tahu saat kami sedang berada di posisi kedua, semua orang membicarakan mengenai menjadi juara," ujar Riekerink. "Terkadang mudah untuk berada di posisi itu, namun Anda harus tetap bekerja 10 kali lebih keras untuk dapat menempuh langkah terakhir. Kami masih harus melalui jalan yang panjang."

Fakta menunjukkan bahwa ini adalah tahun ketiga berturut-turut Dewa United menghadapi Dewa United awal musim buruk. Meskipun setiap tahun mereka mampu membalikkan keadaan, Riekerink berharap timnya bisa segera menemukan konsistensi sejak awal. Konsistensi ini penting agar mereka bisa tetap terhubung dengan posisi yang diincar di papan atas klasemen.

Analisis Riekerink Terhadap Gaya Permainan Lawan dan Mentalitas Tim

Menanggapi kekalahan dari Persija Jakarta, Riekerink menyoroti banyaknya pemain asal Brasil di kubu lawan yang berjumlah sepuluh orang. Menurutnya, hal ini memberikan Persija gaya bermain khas Amerika Selatan yang agresif dan penuh semangat. Namun, ia juga memberikan catatan penting terkait gol-gol yang bersarang ke gawang Dewa United.

Riekerink menilai bahwa ketiga gol Persija tidak tercipta dari pola permainan yang terstruktur atau bagus. Ia bahkan mengamati mentalitas lawan yang terlihat dari perayaan dan tindakan di lapangan, seperti menendang bola jauh saat terjadi cedera. "Dan itulah mentalitas (Brasil), kami memilih mentalitas yang lain, namun pada akhirnya papan skorlah yang berbicara," tegasnya.

Perbedaan mentalitas ini menjadi salah satu poin penting yang disoroti Riekerink. Ia ingin timnya belajar dari pengalaman ini untuk mengembangkan mentalitas pemenang. Fokus pada mentalitas tim yang kuat akan menjadi kunci untuk mengatasi Dewa United awal musim buruk dan meraih hasil positif di pertandingan mendatang.

Dampak Pemain Belanda di Liga Indonesia dan Prospek Dewa United

Jan Olde Riekerink juga memberikan pandangannya mengenai fenomena semakin banyaknya pemain Belanda atau keturunan Belanda yang bermain di Liga Indonesia. Ia menganggap ini sebagai pilihan klub yang positif, terutama jika pemain tersebut dapat berkontribusi pada tim nasional. Contohnya seperti Thom Haye dan Stefano Lilipaly yang bermain di Dewa United.

"Menurut saya, bagus jika mereka bermain untuk timnas, dan bagus juga untuk mendapatkan koneksi ke masyarakat dan klub," ucap mantan pelatih Heerenveen itu. Ia menambahkan bahwa kehadiran mereka dapat sedikit memperkuat kualitas timnas. Namun, pada akhirnya, Riekerink menekankan bahwa kualitas individu pemainlah yang paling menentukan di lapangan.

Setelah periode Dewa United awal musim buruk, tim kini menempati posisi ke-15 di klasemen sementara. Mereka akan memanfaatkan jeda FIFA Match Day untuk melakukan evaluasi dan persiapan. Dewa United dijadwalkan melawat ke markas Arema FC pada 13 September, sebuah pertandingan penting untuk mencoba membalikkan keadaan dan memperbaiki posisi mereka di liga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi