Dedi Mulyadi Bakal Masukkan Wajib Militer ke Kurikulum SMA di Jabar
Mata pelajaran itu dinilai sebagai pembentukan karakter bela negara.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana memasukkan mata pelajaran wajib militer (wamil) pada kurikulum siswa SMA di Jawa Barat. Mata pelajaran itu dinilai sebagai pembentukan karakter bela negara.
"Saya berencana memasukkan kurikulum wamil untuk SMA untuk pembentukan karakter bela negara," kata Dedi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2).
Menurutnya, Pemprov Jabar bakal kerja sama dengan Kodam Militer/III Siliwangi Jawa Barat untuk merealisasikan rencana tersebut.
"Saya akan kerja sama dengan Kodam III Siliwangi yang gambarnya Harimau, maung," katanya.
Dedi menerangkan, Wamil tersebut ditujukan untuk siswa yang tertangkap karena balap liar, geng motor, maupun perkelahian.
"Rencananya mereka yang tertangkap karena balapan liar di jalan kemudian terlibat geng motor perkelahian antar pemuda, antar siswa kita akan masukin wamil," tuturnya.
Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, bahwa pemerintah Jabar akan mengalokasikan dana khusus untuk menangani geng motor dan premanisme.
"Geng motor kita sudah membuat alokasi utk menangani geng motor dan premanisme di jabar, relatif lumayan alokasinya," ungkapnya.
Pangkas Anggaran hingga Rp6 Triliun
Dedi Mulyadi langsung memangkas anggaran penerimaan dan belanja daerah (APBD) hingga Rp6 triliun usai resmi dilantik menjadi Gubernur. Dia memotong beberapa mata anggaran yang dinilai tak penting.
"Per tadi malam itu mencapai Rp5,5 triliun. Dan kita bisa mencapai Rp6 triliun dalam waktu dua hari ke depan," kata Dedi.
Dedi mengungapkan, salah satu hasil efisiensi anggaran itu ia gunakan untuk pembangunan sekolah. Dedi menaikkan belanja pembangunan ruang kelas SMA dari Rp60 miliar menjadi Rp1,2 triliun.
"Membangun 3.333 ruang kelas baru, membangun sekolah baru, dan membebaskan tanah-tanah untuk pembangunan sekolah di Jawa Barat dalam dua tahun ke depan," ucap Dedi.
Selain itu, ia menghapus anggaran yang tidak masuk akal untuk sekolah seperti pembelian alat telekomunikasi.
"Anggaran pembelian alat telekomunikasi sekolah 730 miliar itu kan aneh. Kelas belum ada perangkat digital disiapin, aplikasi-aplikasi kita mulai hapuskan kalau enggak bermanfaat bagi kepentingan publik," tutur Dedi.
Tak hanya itu, ia bakal menghapuskan anggaran pembelanjaan baju dinas untuk gubernur. Ia mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp150 juta itu akan ditiadakan.Dia juga menghapuskan anggaran perjalanan dinas keluar negeri dan memangkas perjalanan dinas dalam negeri.
"Misalnya anggaran baju dinas saya dihapus, anggaran baju dinas gubernur Jawa Barat Rp150 juta lebih dinolkan, anggaran kunjungan luar negeri Rp1,5 M dinolkan, anggaran perjalanan dinas Rp1,8 M disisakan hanya Rp700 juta. Hilang hampir 40 persen," ucapnya.
Lebih lanjut, Dedi tidak akan menggunakan mobil dinas untuk operasional sehari-hari saat menjabat. Dia bakal menggunakan mobil pribadinya.
"(Mobil dinas) Saya nggak ada. Saya pakai mobil pribadi, mobil dinas gubernur lama juga banyak banget," ujar Dedi.